Rabu, 12 Agustus 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Saham PGEO Naik 1,42% ke Rp1.070 Jelang Rebalancing MSCI, Sektor EBT Disorot

Saham PGEO Naik 1,42% ke Rp1.070 Jelang Rebalancing MSCI
Saham PGEO Naik 1,42% ke Rp1.070 Jelang Rebalancing MSCI, Sektor EBT Disorot. Credit: Dok. JournalArta

JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) ditutup menguat pada perdagangan Selasa, 12 Agustus 2026. Data pukul 16.40 WIB menunjukkan, saham PGEO naik Rp15 atau 1,42% ke level Rp1.070 per lembar.

Penguatan saham PGEO ini terjadi sehari sebelum pengumuman rebalancing MSCI yang dijadwalkan pada 13 Agustus 2026. Emiten energi baru terbarukan (EBT) tersebut tengah menjadi sorotan investor global.

Pergerakan Saham PGEO 12 Agustus 2026

Pergerakan saham PGEO pada 12 Agustus 2026 menunjukkan dinamika signifikan sepanjang hari. Pada sesi pertama, saham ini sempat melemah ke level Rp1.040. Namun, pada sesi kedua, PGEO berhasil rebound kuat dan menyentuh harga tertinggi Rp1.080 sebelum ditutup di Rp1.070.

Data perdagangan menunjukkan harga pembukaan PGEO berada di Rp1.055. Total volume perdagangan mencapai 25,19 juta lembar saham, sedikit di atas volume rata-rata harian yang tercatat 24,43 juta lembar. Kapitalisasi pasar PGEO kini berada di angka Rp44,83 triliun.

Sentimen Energi Hijau dan Potensi Masuk MSCI

Kenaikan harga saham PGEO didorong oleh dua sentimen utama yang tengah melingkupi pasar. Pertama adalah antisipasi hasil rebalancing MSCI yang akan diumumkan Rabu, 13 Agustus 2026 pukul 04.00 WIB. PGEO masuk dalam daftar pantauan analis sebagai kandidat kuat untuk masuk MSCI Global Standard.

Dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp44,83 triliun dan likuiditas rata-rata 24,43 juta lembar per hari, PGEO dianggap telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh MSCI. Jika PGEO resmi masuk indeks MSCI, perusahaan diproyeksikan bakal menarik aliran dana asing antara 50 juta dolar AS hingga 150 juta dolar AS.

Sentimen kedua adalah fokus global terhadap energi hijau. Pemerintah dan investor internasional secara konsisten mendorong transisi energi menuju sumber daya yang lebih berkelanjutan. Sebagai emiten geotermal terbesar di Asia Tenggara, PGEO berada di posisi strategis dan menjadi incaran banyak investor yang ingin berinvestasi di sektor EBT.

Dampak dari tren ini sangat signifikan bagi PGEO. Kebutuhan energi bersih yang terus meningkat membuat prospek bisnis perusahaan sangat cerah dalam jangka panjang. Investasi di sektor geotermal mendukung tujuan dekarbonisasi global dan menawarkan stabilitas pendapatan bagi perusahaan.

Analisis Fundamental dan Proyeksi Saham PGEO

Secara fundamental, PGEO beroperasi di sektor Energi Baru Terbarukan, khususnya geotermal, yang memiliki prospek jangka panjang yang sangat cerah. Dengan kapitalisasi pasar Rp44,83 triliun dan volume perdagangan yang di atas rata-rata hari ini, perusahaan ini menunjukkan kekuatan finansial.

Valuasi PGEO saat ini juga dinilai masih menarik jika dibandingkan dengan emiten-emiten EBT lain di kawasan ASEAN. Hal ini memberikan ruang bagi pertumbuhan harga saham lebih lanjut di masa depan.

Dengan penutupan di level Rp1.070, saham PGEO memiliki resistance terdekat di Rp1.080. Apabila saham ini mampu menembus level tersebut dan resmi masuk MSCI pada pengumuman besok, PGEO berpotensi melanjutkan kenaikannya menuju target Rp1.100 hingga Rp1.120. Sebaliknya, jika PGEO gagal masuk indeks MSCI, saham ini kemungkinan akan terkoreksi ke level support Rp1.050 hingga Rp1.055.

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair