MANILA — Perusahaan pelayaran Montenegro Shipping Lines di Filipina resmi melarang kendaraan listrik (EV) dan kendaraan hybrid (HEV) naik ke atas kapalnya. Alasan sederhana: takut terbakar, ledakan, thermal runaway, dan risiko baterai lainnya.
Larangan keras ini tertuang dalam memorandum yang ditujukan langsung ke para nakhoda kapal. Mereka diperintahkan tidak mengizinkan mobil listrik atau hybrid apa pun diangkut—baik sebagai kendaraan penumpang maupun kargo—di kapal Montenegro Lines manapun.
Perintah datang setelah penyelidikan atas kebakaran dahsyat 9 September di MV June Aster, kapal feri milik Atienza Inter-Island Ferries.
Saat itu, kapal sedang berlayar dari Manila ke Coron, Palawan, membawa lima sepeda motor, satu kendaraan listrik, satu forklift, satu truk pikap, dan berbagai kargo lain. Tiba-tiba api membelalak.
Para penumpang yang selamat mendengar suara ledakan keras, meski hingga kini otoritas belum memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut.
“Ini langkah keselamatan preventif untuk mengurangi risiko terkait baterai kendaraan selama operasi kapal,” kata Montenegro Lines dalam memo tersebut.
Koordinasi Ketat di Setiap Tahap
Arahan Montenegro Lines membebani nakhoda untuk berkoordinasi dengan personel operasi, terminal, tiket, pemuatan, dan kargo. Semua pihak diminta memastikan kendaraan listrik dan hybrid tidak masuk ke kapal. Kendaraan harus diidentifikasi dan diperiksa benar-benar sebelum boarding.
Pembatasan mencakup angkutan penumpang dan kargo tanpa terkecuali. Namun memo tidak menyebutkan berapa lama larangan berlaku atau apakah perusahaan akan merevisi kebijakan setelah penyelidikan selesai.
Dampak praktisnya cukup luas. Para pengguna kendaraan listrik yang ingin menyeberang menggunakan layanan Montenegro Lines tidak bisa membawa mobilnya. Mereka harus mencari alternatif transportasi atau menggunakan jasa pelayaran lain—jika ada yang masih bersedia.
Situasi ini juga menjadi pertanda bahwa industri maritim Filipina sedang mengalami kegelisahan terhadap teknologi kendaraan listrik yang masih relatif baru di sektor transportasi laut.
Pemerintah Filipina Dukung Langkah Sementara
Departemen Energi (DOE) Filipina menyambut langkah Montenegro Lines sebagai tindakan bijaksana sambil menunggu pengembangan standar keselamatan yang lebih luas untuk mobilitas listrik di sektor maritim.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.