Senin, 21 September 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Kapal di Negara Ini Mulai Larang Mobil Listrik dan Hybrid, Khawatir Terbakar

Kapal feri dengan kendaraan listrik dan kargo di geladak Filipina
Perusahaan pelayaran Filipina melarang pengangkutan kendaraan listrik dan hybrid di kapal mereka sejak September 2026 (ilustrasi). (Ilustrasi: AI)

MANILA — Perusahaan pelayaran Montenegro Shipping Lines di Filipina resmi melarang kendaraan listrik (EV) dan kendaraan hybrid (HEV) naik ke atas kapalnya. Alasan sederhana: takut terbakar, ledakan, thermal runaway, dan risiko baterai lainnya.

Larangan keras ini tertuang dalam memorandum yang ditujukan langsung ke para nakhoda kapal. Mereka diperintahkan tidak mengizinkan mobil listrik atau hybrid apa pun diangkut—baik sebagai kendaraan penumpang maupun kargo—di kapal Montenegro Lines manapun.

Perintah datang setelah penyelidikan atas kebakaran dahsyat 9 September di MV June Aster, kapal feri milik Atienza Inter-Island Ferries.

Saat itu, kapal sedang berlayar dari Manila ke Coron, Palawan, membawa lima sepeda motor, satu kendaraan listrik, satu forklift, satu truk pikap, dan berbagai kargo lain. Tiba-tiba api membelalak.

Para penumpang yang selamat mendengar suara ledakan keras, meski hingga kini otoritas belum memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut.

“Ini langkah keselamatan preventif untuk mengurangi risiko terkait baterai kendaraan selama operasi kapal,” kata Montenegro Lines dalam memo tersebut.

Koordinasi Ketat di Setiap Tahap

Arahan Montenegro Lines membebani nakhoda untuk berkoordinasi dengan personel operasi, terminal, tiket, pemuatan, dan kargo. Semua pihak diminta memastikan kendaraan listrik dan hybrid tidak masuk ke kapal. Kendaraan harus diidentifikasi dan diperiksa benar-benar sebelum boarding.

Pembatasan mencakup angkutan penumpang dan kargo tanpa terkecuali. Namun memo tidak menyebutkan berapa lama larangan berlaku atau apakah perusahaan akan merevisi kebijakan setelah penyelidikan selesai.

Dampak praktisnya cukup luas. Para pengguna kendaraan listrik yang ingin menyeberang menggunakan layanan Montenegro Lines tidak bisa membawa mobilnya. Mereka harus mencari alternatif transportasi atau menggunakan jasa pelayaran lain—jika ada yang masih bersedia.

Situasi ini juga menjadi pertanda bahwa industri maritim Filipina sedang mengalami kegelisahan terhadap teknologi kendaraan listrik yang masih relatif baru di sektor transportasi laut.

Pemerintah Filipina Dukung Langkah Sementara

Departemen Energi (DOE) Filipina menyambut langkah Montenegro Lines sebagai tindakan bijaksana sambil menunggu pengembangan standar keselamatan yang lebih luas untuk mobilitas listrik di sektor maritim.

Halaman:12Semua Halaman

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru Hari Ini 21 September 2026: Klaim Pack & Coins Gratis