Kamis, 13 Agustus 2026 WIB
BREAKING
POLITIK PEMERINTAHAN

Karoline Leavitt Mundur dari Jubir Gedung Putih akhir Agustus

Karoline Leavitt mundur dari juru bicara Gedung Putih
Karoline Leavitt akan meninggalkan jabatan juru bicara Gedung Putih pada akhir Agustus, kata Donald Trump. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Karoline Leavitt mundur dari jabatan juru bicara Gedung Putih pada akhir Agustus, kurang dari sebulan setelah kembali bekerja usai cuti melahirkan. Presiden Donald Trump mengumumkan langkah itu pada Rabu dan menyebut Leavitt akan tetap dekat dengan lingkaran politiknya.

Kepergian Leavitt langsung berdampak pada mesin komunikasi Gedung Putih yang selama ini mengandalkan gaya bicara keras, cepat, dan sangat loyal ke Trump. Sampai sekarang, belum jelas siapa yang akan menggantikannya.

Karoline Leavitt dan alasan di balik kepergian

Trump mengatakan Leavitt akan meninggalkan jabatannya agar bisa menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga dan anak-anaknya. “a decision I totally understand and respect,” tulis Trump di Truth Social. Ia juga mengatakan Leavitt akan menjadi salah satu “top outside advisors” dan “an influential voice within the Republican Party”.

Leavitt, yang berusia 28 tahun menurut laporan The Independent dan 27 tahun saat disebut The Guardian dan ABC Australia ketika mulai menjabat, menyebut masa tugasnya sebagai “the honor and adventure of a lifetime.” Dalam pernyataan di X, ia menulis bahwa menjadi ibu sambil memegang pekerjaan seberat juru bicara Gedung Putih adalah fase hidup yang paling menantang sekaligus paling berharga.

Ia juga mengatakan bahwa setelah kembali ke Gedung Putih usai melahirkan putrinya pada awal Mei, ia merasa tidak bisa menjadi ibu terbaik bagi dua anak kecilnya jika tetap harus mencurahkan waktu, energi, dan perhatian penuh untuk jabatan itu. Leavitt sudah memiliki seorang putra berusia dua tahun.

Dampaknya ke Gedung Putih dan Partai Republik

Perpisahan ini penting karena terjadi saat Gedung Putih bersiap menghadapi fase politik yang jauh lebih panas menjelang pemilu sela. Trump secara terbuka menempatkan Leavitt bukan sekadar sebagai mantan staf, melainkan sebagai penasihat dari luar yang tetap bisa memengaruhi arah komunikasi dan narasi Partai Republik.

Dalam unggahannya, Leavitt memakai nada politik yang tajam. Ia menuduh Partai Demokrat menjadi ancaman yang kian ekstrem dan menyebut dirinya akan terus menjadi pembela vokal gerakan MAGA. Bagi Trump, suara seperti itu masih sangat berharga. Bagi Gedung Putih, kehilangan juru bicara yang paling dikenal publik berarti ruang konferensi persnya bakal masuk babak baru.

Leavitt bukan figur baru di orbit Trump. Ia pernah menjadi asisten pers pada tahun terakhir masa jabatan pertama Trump, lalu menjadi juru bicara nasional dalam kampanye presiden 2024. Setelah itu, ia naik ke posisi juru bicara Gedung Putih dan menjadi salah satu wajah paling mencolok di administrasi Trump kedua.

Jejaknya juga unik. Ia disebut sebagai orang termuda yang pernah menduduki posisi itu, dan masa jabatannya mencakup hampir dua tahun penuh pemerintahan Trump yang kedua. ABC Australia menyebut pengunduran diri ini datang kurang dari tiga bulan sebelum pemilu sela penting di Amerika Serikat, saat Partai Republik berusaha menjaga pijakan politiknya.

Di saat yang sama, ada perubahan lain di tim komunikasi Gedung Putih. Lauren Bis kini menjabat senior White House deputy press secretary, sementara Abigail Jackson meninggalkan pemerintahan bulan lalu untuk bergabung dengan OnMessage Public Strategies. Setelah Leavitt pergi, fokus berikutnya ada pada satu nama: siapa yang akan berdiri di podium briefing berikutnya.

Dan pertanyaan itu belum dijawab Gedung Putih.

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda