Jumat, 14 Agustus 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

Bali United tak Berdaya di Stadion Dipta, Keok dari Sabah FC 1 – 2, Duh

Bali United tak Berdaya di Stadion Dipta, Keok dari Sabah FC 1
Bali United tak Berdaya di Stadion Dipta, Keok dari Sabah FC 1

Stadion Kapten I Wayan Dipta yang biasanya angker bagi tim tamu justru berbalik memakan korban tuan rumah pada Kamis (13/8) malam. Bali United terkapar di hadapan pendukungnya sendiri usai dipaksa menyerah 1-2 oleh klub Malaysia, Sabah FC, dalam laga pembuka turnamen pramusim Dewata Challenge Series 2026.

Kekalahan ini tentu terasa menyesakkan bagi Serdadu Tridatu. Padahal, ekspektasi tinggi sudah melambung sejak awal pertandingan. Mereka ingin memberikan kado kemenangan di markas sendiri, namun realita di lapangan berkata lain. Sabah FC datang dengan rencana matang dan eksekusi yang lebih klinis.

Dominasi Transisi Tamu

Sejak peluit tanda dimulainya pertandingan dibunyikan, intensitas laga langsung melesat tinggi. Sabah FC tidak terlihat canggung meski bermain di bawah tekanan suporter Bali. Mereka justru bermain tenang, sangat rapi, dan disiplin dalam menjaga organisasi permainan di setiap jengkal rumput Stadion Dipta.

Di lini tengah, Enrique Lopez dan Mohd Fadzrul Danel menjadi pengganggu utama bagi Bali United. Keduanya bermain sangat agresif, memutus aliran bola sejak dari zona pertahanan lawan. Mereka seperti tembok yang susah ditembus.

Pemain Bali United, Queven Da Silva Inacio, berulang kali harus jatuh bangun berduel fisik. Ketegangan di area tengah tak terelakkan. Wasit berkali-kali meniup peluit tanda pelanggaran saat perebutan bola memanas.

Masalah utama Bali United tampak jelas pada transisi. Saat kehilangan bola, mereka sering kali terlambat menutup celah. Sabah FC, dengan kecepatan pemain sayapnya, memanfaatkan celah itu dengan sangat efektif. Koordinasi antarlini Bali United terlihat masih belum padu. Lubang-lubang di lini pertahanan pun terbuka lebar setiap kali Sabah melancarkan serangan balik kilat.

Stadion Dipta Terdiam

Suasana stadion perlahan berubah sunyi. Pendukung tuan rumah terdiam saat Sabah FC mampu memaksimalkan peluang menjadi gol. Tembok pertahanan Bali United goyah, dan kiper pun dipaksa memungut bola dari dalam gawang. Sorak-sorai pendukung Sabah FC yang jumlahnya tak seberapa, tiba-tiba menjadi suara dominan di stadion yang berkapasitas besar itu.

Upaya untuk membalas sebenarnya sudah dilakukan. Bali United mencoba bermain lebih terbuka dan menekan garis pertahanan lawan. Namun, keberuntungan belum memihak. Ketangguhan kiper Sabah FC di bawah mistar membuat frustrasi para penyerang Bali United. Bola hasil tendangan yang sebenarnya terukur sering kali dimentahkan atau hanya melintas tipis di luar jangkauan.

Halaman:12Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda