JAKARTA — Penerbangan umpan Air Force One yang melibatkan Donald Trump ke Turki memicu sorotan, tetapi dua mantan agen Secret Service membela taktik itu sebagai bagian dari perlindungan presiden. Mereka menilai penyamaran perjalanan, termasuk membuat orang di pesawat tidak tahu Trump sudah tak lagi berada di dalamnya, bukan hal baru dalam operasi keamanan tingkat tinggi.
Dampaknya langsung ke satu titik sensitif: keselamatan staf, wartawan, dan rombongan yang ikut terbang. Di saat yang sama, manuver itu memunculkan pertanyaan politik karena sebagian penumpang baru sadar mereka dipakai dalam skema pengelabuan setelah pesawat mendarat.
Penerbangan umpan Air Force One dan alasan keamanan
Menurut The Independent, mantan agen Secret Service Bobby McDonald mengatakan ancaman terhadap Trump “very high, and has been high for a while.” Ia menambahkan, “It’s been a very long two years of both domestic — and now international — potential assassination attempts.”
McDonald, yang kini menjadi asisten profesor criminal justice and criminology di New Haven University, juga menegaskan bahwa dinas rahasia Amerika punya sejarah panjang memakai “dummy motorcades” dan cara lain untuk menyamarkan pergerakan presiden. “You’ve got to be creative. You’ve got to be nimble. You’ve got to make things happen,” katanya.
Bill Gage, mantan agen Secret Service yang pernah memimpin Counter Assault Team, memberi contoh lain tentang betapa tertutupnya detail perjalanan presiden. Ia mengaku pernah dimarahi atasan karena meninggalkan anggota CAT di Gedung Putih setelah Barack Obama diam-diam berangkat ke Irak pada 2009.
“The amount of people that know in the Secret Service when they do these fake-outs is so limited,” kata Gage. Menurut dia, yang biasanya tahu hanya presiden, satu atau dua penasihat terdekat, direktur Secret Service, dan SAC detail pengamanan.
Jendela ditutup, penumpang tak diberi tahu
Dalam perjalanan 8 Juli itu, wartawan dan sebagian staf Gedung Putih yang menumpang pesawat presiden diminta menurunkan penutup jendela. Trump kemudian mengatakan kepada mereka, “Because you’re probably on a dangerous flight.”

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.