Jumat, 14 Agustus 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Prabowo Bocorkan Insentif Motor Listrik: Bunga Cicilan Lebih Murah, DP 0%

Prabowo Bocorkan Insentif Motor Listrik
Prabowo Bocorkan Insentif Motor Listrik

CIKARANGPresiden Prabowo Subianto meresmikan Ekosistem Motor Listrik Nasional (MOLINAS) di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8). Dia langsung membocorkan paket insentif untuk pembeli motor listrik, mulai dari cicilan berbunga rendah hingga opsi tanpa uang muka.

“Kemudian kami usahakan (beli sepeda motor listrik) tidak pakai DP,” ujar Prabowo di hadapan peserta acara peluncuran tersebut.

Insentif yang dijanjikan pemerintah tidak cuma soal uang muka. Prabowo menekankan pemerintah akan menurunkan beban bunga cicilan agar motor listrik lebih terjangkau. Potensi penghematan yang bisa diterima pembeli, kata dia, mencapai angka signifikan—bahkan hingga 70 persen.

Skema Tukar Tambah untuk Pemilik Motor Bensin

Selain insentif cicilan dan DP, Prabowo juga mengungkap rencana skema tukar tambah. Pemilik motor berbahan bakar bensin bisa menukar kendaraan lama mereka dengan motor listrik baru. Biaya tambahan, katanya, akan diminimalkan.

“Kami pikirkan skema tukar tambah, anda setor sepeda motor lama, dapat sepeda motor baru (listrik), ya mungkin tambah sedikit,” jelasnya. Strategi ini dirancang untuk mendorong migrasi dari kendaraan konvensional ke listrik sekaligus mengurangi beban finansial konsumen.

Perjalanan Panjang Menuju Resmian

Pengumuman insentif ini datang setelah penundaan berbulan-bulan. Rencana awal pemerintah adalah meluncurkan paket insentif lebih cepat, namun terhenti pada pertimbangan teknis implementasi. Pada Juni 2026, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah masih membutuhkan waktu untuk menyiapkan mekanisme penyaluran insentif motor listrik dengan matang.

“Mungkin persiapannya masih butuh waktu banyak,” ungkap Purbaya kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (29/6). Pada saat itu, dia juga mengaku belum berkoordinasi dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Airlangga mengatakan penundaan dilakukan karena skema masih dalam tahap kajian mendalam.

Target Ambisius: 2 Juta Unit Produksi

Prabowo tidak hanya membicarakan insentif pembeli, melainkan juga target produksi yang besar. Dia menargetkan MOLINAS mencapai 2 juta unit dalam waktu yang akan datang. Sebagai bentuk komitmen, Prabowo berjanji akan kembali ke lokasi jika target tercapai.

“Saya bilang ke kelompok Indika kalau kalian nanti mencapai 200 ribu saya datang lagi, 2 juta saya datang lagi,” kata presiden, memuji Indika yang telah berhasil memproduksi 20 ribu unit motor listrik hingga saat ini.

Kolaborasi Nasional dan Peluang Besar

Prabowo menggunakan momentum peluncuran MOLINAS untuk menekankan konsep “Indonesia Incorporated”—kolaborasi erat antara pemerintah, BUMN, perusahaan swasta, pengusaha, dan dunia akademis. Dia memuji keterlibatan berbagai pihak dalam mengembangkan kendaraan listrik nasional.

Kolaborasi ini melibatkan sekira 10 perusahaan. Salah satunya, PT Lippo melalui pemiliknya James Riady, telah menyatakan komitmen membeli 20 ribu unit motor listrik. Rosan Roeslani, CEO Danantara Indonesia, mengungkapkan bahwa potensi pasar sepeda motor listrik di Indonesia sangat besar—hingga 170 miliar dolar AS.

Saat ini, dari sekitar 140 juta unit sepeda motor di Indonesia dengan pembelian tahunan 6-7 juta unit, hanya 60-70 ribu yang merupakan motor listrik. Artinya, penetrasi motor listrik baru mencapai 1 persen. Prabowo melihat ini sebagai peluang pertumbuhan eksponensial jika insentif dan ekosistem pendukung dijalankan dengan baik.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru Hari Ini 14 Agustus 2026: Klaim Pack & Coins Gratis