Sabtu, 15 Agustus 2026 WIB
BREAKING
HIBURAN

Teori Elsa Punya Pacar di Frozen 3: Honeymaren, Petunjuk Disney & Tuntutan Fans

Frozen 3
Teori Elsa Punya Pacar di Frozen 3: Honeymaren, Petunjuk Disney & Tuntutan Fans. Credit: Dok. JournalArta

JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Sejak “Frozen 2” rilis pada 2019, satu pertanyaan terus mengemuka di kalangan penggemar: kapan Elsa akan memiliki pasangan? Dengan “Frozen 3” yang dijadwalkan tayang pada 24 November 2027 dan sinopsis yang menjanjikan “perjalanan ajaib baru”, teori mengenai kemungkinan Elsa punya pacar kembali memanas. Terlebih di tengah upaya Disney untuk menghadirkan lebih banyak representasi inklusif dalam karya-karyanya.

Apakah Ratu Es Arendelle ini akhirnya akan menemukan kisah cinta?

Sinyal Elsa Siap Menjalin Hubungan

Berbagai petunjuk dari film sebelumnya dan sinopsis “Frozen 3” mengisyaratkan bahwa Elsa mungkin siap untuk memiliki pasangan.

Pertama, di akhir “Frozen 2”, Elsa menemukan jati dirinya sepenuhnya dan memilih hidup bebas di Northuldra sebagai “Roh Kelima”. Keputusannya untuk melepaskan takhta Arendelle dan berpetualang secara mandiri menjadi momen klasik bagi karakter Disney untuk mulai mempertimbangkan aspek romantis dalam hidup mereka. Kebebasan baru ini memberinya ruang untuk eksplorasi diri, termasuk dalam hal percintaan.

Kedua, sinopsis resmi “Frozen 3” menyebutkan, “Elsa dan Anna bergabung dalam perjalanan ajaib baru penuh tantangan.” Banyak penggemar menafsirkan “perjalanan” ini tidak hanya sebagai petualangan fisik, tetapi juga perjalanan emosional dan penemuan diri lebih lanjut, yang mungkin termasuk kisah asmara.

Ketiga, sinopsis juga mengisyaratkan adanya “pernikahan abad ini” yang kemungkinan besar melibatkan Anna. Jika sang adik akan menikah, tekanan sosial dan personal pada Elsa untuk “move on” dan menemukan pasangannya sendiri bisa jadi meningkat, terutama mengingat statusnya sebagai seorang Ratu.

Kandidat Pasangan Terkuat Elsa: Honeymaren atau Karakter Baru?

Tiga kandidat utama muncul dalam diskusi penggemar sebagai calon pacar Elsa di “Frozen 3”.

Honeymaren dari Suku Northuldra menjadi kandidat paling kuat. Alasannya beragam: di “Frozen 2”, mereka menunjukkan chemistry yang nyata, dengan Honeymaren menjadi sosok yang memperkenalkan Elsa pada roh air Nokk. Keduanya juga memiliki kemiripan sebagai individu yang mandiri dan terhubung dengan alam. Tagar #HoneymarenElsa sering menjadi trending setiap kali ada berita terbaru tentang “Frozen 3”, menunjukkan dukungan kuat dari penggemar. Bahkan, pengisi suara Honeymaren, Martha Timoteo, pernah menyatakan kegembiraannya melihat antusiasme penggemar terhadap ‘ship’ ini.

Kandidat kedua adalah karakter baru yang diperkenalkan di “Frozen 3”. Sinopsis film menyebutkan adanya “anggota keluarga misterius”. Disney memiliki kebiasaan memperkenalkan karakter baru untuk menciptakan kejutan atau memberikan dimensi baru pada cerita, sehingga bukan tidak mungkin karakter ini akan menjadi pasangan Elsa.

Opsi ketiga, yang dianggap paling aman bagi Disney namun paling tidak populer di kalangan penggemar, adalah tidak adanya pasangan untuk Elsa. Film bisa saja memilih untuk tetap fokus pada keluarga dan petualangan. Namun, dengan tekanan besar dari basis penggemar untuk representasi LGBTQ, opsi ini diprediksi memiliki peluang terkecil.

Sikap Disney dan Tuntutan #GiveElsaAGirlfriend

Para kreator dan petinggi Disney telah memberikan beberapa petunjuk. Jennifer Lee, sutradara “Frozen”, pernah ditanya pada 2020 mengenai kemungkinan Elsa memiliki pasangan. Jawabannya saat itu, “Elsa punya banyak hal yang terjadi. Kami belum siap bicara tentang itu.” Sebuah respons yang tidak mengonfirmasi maupun menyangkal.

Di sisi lain, Josh Gad, pengisi suara Olaf, secara terbuka mendukung tagar #GiveElsaAGirlfriend di Twitter. Bob Iger, CEO Disney, pada 2023 juga menyatakan bahwa Disney akan “lebih inklusif” dalam proyek-proyek mendatang. Film-film seperti “Lightyear” dan “Strange World” telah menampilkan karakter LGBTQ, menunjukkan pergeseran kebijakan perusahaan.

Sejak 2016, tagar #GiveElsaAGirlfriend telah viral. Tuntutan ini didasari beberapa alasan: pertama, keinginan akan representasi, mengingat belum ada Putri Disney utama yang secara eksplisit diidentifikasi sebagai LGBTQ. Kedua, cerita Elsa tentang “menerima diri sendiri” sangat relevan dengan pengalaman komunitas LGBTQ. Ketiga, banyak penggemar merasa kecewa karena Elsa tetap melajang di “Frozen 2”. Sebuah petisi di Change.org yang mendukung gagasan ini bahkan telah mengumpulkan lebih dari 20.000 tanda tangan.

Risiko dan Peluang bagi Disney

Jika Disney memutuskan untuk menjadikan Elsa sebagai Putri Disney LGBTQ pertama, ada potensi pro dan kontra yang signifikan. Di satu sisi, Disney akan dipuji karena keberaniannya, menarik pasar global yang lebih luas, dan tetap relevan dengan nilai-nilai inklusivitas saat ini. Di sisi lain, ada risiko sensor di beberapa negara seperti Tiongkok dan Timur Tengah, yang bisa berdampak pada pendapatan box office film tersebut. Analis industri memprediksi bahwa Disney mungkin akan memilih untuk memberikan “kode” atau isyarat terlebih dahulu, daripada langsung menampilkan hubungan yang terang-terangan, mirip dengan pendekatan yang diambil pada beberapa film Pixar sebelumnya.

Peluang Elsa memiliki pacar di “Frozen 3” tampaknya menjadi yang terbesar sepanjang sejarah franchise ini, dengan Honeymaren sebagai kandidat terkuat. Namun, keputusan akhir ada di tangan Disney. Apakah mereka akan berani membuat sejarah dengan menampilkan Putri Disney LGBTQ pertama? Tanggal 24 November 2027 akan menjadi penentu jawabannya.

Catatan Redaksi: Artikel ini opini + teori berdasarkan data. Belum ada konfirmasi resmi Disney soal orientasi Elsa.

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda