Minggu, 16 Agustus 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Hasil Survei: Satu Tiga Pengguna Masih Gunakan Feature Phone

Seseorang memegang feature phone di samping ponsel pintar
Feature phone masih memiliki basis pengguna setia meski ponsel pintar mendominasi pasar global. (Ilustrasi: AI)

Dunia teknologi terus berlari kencang, menuntut setiap orang memegang gawai pintar di genggaman. Namun, di balik riuhnya peluncuran ponsel layar lipat dan spesifikasi kamera canggih, satu fakta mengejutkan muncul ke permukaan.

Sepertiga dari pengguna ponsel saat ini ternyata masih setia menggunakan feature phone alias ponsel tombol fisik. Data ini terungkap dari jajak pendapat mingguan yang dirilis GSMArena, yang sekaligus memecah narasi bahwa teknologi layar sentuh sudah sepenuhnya menguasai pasar.

Angka satu dari tiga responden tentu bukan jumlah kecil. Mereka tidak sekadar menyimpan ponsel tua di laci meja sebagai koleksi. Sebagian responden mengaku masih mengandalkan perangkat tersebut untuk komunikasi sehari-hari secara rutin.

Bahkan, ada kelompok yang nekat menjadikan ponsel tombol ini sebagai satu-satunya alat komunikasi utama, menepis kebutuhan akan aplikasi pesan instan maupun media sosial yang lazim diakses via ponsel pintar.

Menolak Distraksi Digital

Ada alasan kuat di balik keputusan mereka “turun kelas” ke teknologi lawas. Hidup modern terasa sangat berisik. Notifikasi yang masuk tanpa henti, email pekerjaan yang menuntut jawaban cepat, hingga godaan untuk terus menggulir lini masa media sosial membuat banyak orang kelelahan secara mental.

Bagi mereka, ponsel pintar bukan lagi sekadar alat bantu, melainkan jebakan digital yang mencuri waktu produktif.

Beralih ke feature phone menjadi cara ampuh untuk memutus rantai ketergantungan. Perangkat ini hanya menawarkan fungsi dasar: telepon dan pesan teks. Tanpa aplikasi penguras baterai, tanpa layar yang memikat mata, dan yang paling penting, tanpa notifikasi yang memancing kecemasan. Orang-orang ini memilih fokus pada dunia nyata ketimbang terjebak dalam ekosistem digital yang tidak pernah tidur.

Tentu, keputusan untuk meninggalkan ponsel pintar punya konsekuensi nyata. Zaman sekarang, hampir seluruh layanan publik, mulai dari perbankan, transportasi daring, hingga akses informasi pemerintahan, menuntut kehadiran ponsel pintar.

Menggunakan ponsel tombol berarti harus siap dengan segala kerumitan administratif yang mungkin timbul karena sistem yang dirancang hanya untuk pengguna ponsel pintar.

Polarisasi Kebutuhan

Meski angka penggunanya cukup signifikan, jajak pendapat tersebut juga menangkap realitas lain. Mayoritas responden dengan tegas menyatakan ogah kembali ke masa lalu. Bagi mereka, fitur ponsel pintar sudah telanjur menjadi bagian integral dari keseharian yang tak mungkin dipisahkan.

Kecepatan akses informasi dan kemudahan bertransaksi menjadi alasan utama mengapa ponsel pintar tetap menjadi raja pasar.

Kita kini melihat pergeseran pola konsumsi yang cukup tajam. Pasar ponsel tidak lagi bergerak searah menuju kecanggihan maksimal. Ada segmen yang mulai jenuh dengan kerumitan teknologi. Mereka mencari efisiensi komunikasi yang murni, bukan sekadar gaya hidup yang dipenuhi fitur-fitur berlebihan. Bagi kelompok ini, kesederhanaan adalah kemewahan baru yang mahal harganya.

Fenomena ini menegaskan bahwa kebutuhan setiap individu tidak bisa digeneralisasi. Ponsel pintar akan tetap dominan karena fungsinya yang krusial untuk operasional bisnis dan ekonomi digital. Namun, ponsel fitur memiliki tempat yang stabil di hati penggunanya yang mendambakan ketenangan.

Ke depan, kemungkinan besar produsen akan terus mempertahankan lini ponsel fitur, bukan karena tertinggal zaman, melainkan karena permintaan pasar yang spesifik terhadap perangkat komunikasi yang jujur dan minim distraksi.

Saat ini, perdebatan bukan lagi soal siapa yang lebih canggih, melainkan soal kendali diri atas teknologi. Bagi banyak orang, memegang ponsel tombol bukan bentuk ketidaktahuan akan kemajuan, melainkan bentuk perlawanan sadar terhadap arus distraksi yang semakin deras.

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem Free Fire (FF) Hari Ini 16 Agustus 2026: Klaim Diamond & Skin Gratis