Minggu, 16 Agustus 2026 WIB
BREAKING
HUKUM KRIMINAL

Ruang Pos Lantas Bundaran Waru Surabaya Dipasang Garis Polisi, Brimob Berjaga

Garis polisi terpasang di Pos Lantas Bundaran Waru Surabaya
Suasana di sekitar Pos Lantas Bundaran Waru, Surabaya, pasca pemasangan garis polisi, Minggu (16/8). (Ilustrasi: AI)

SURABAYA — Pemandangan tidak biasa menyelimuti Pos Lantas Bundaran Waru di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Gayungan, pada Minggu (16/8) pagi. Garis polisi kini melintang di dalam ruangan, persis di dekat layar monitor CCTV yang masih dalam kondisi menyala.

Garis polisi itu terikat kencang pada tiang atau pembatas yang dikaitkan ke sofa berwarna cokelat di dalam pos. Belasan personel Brimob berseragam lengkap terlihat bersiaga ketat di sekitar lokasi, didampingi sejumlah anggota kepolisian berpakaian preman yang melakukan pengawasan.

Kaitan dengan Insiden Margorejo

Pemasangan garis polisi di Bundaran Waru ini memicu spekulasi warga, terutama karena jaraknya yang sangat dekat dengan lokasi pelemparan bom molotov di Pos Lantas A. Yani Margorejo. Kedua pos tersebut hanya terpaut jarak sekitar 3,4 kilometer di jalur utama Surabaya.

Insiden di Pos Lantas Margorejo sendiri terjadi pada Sabtu (15/8) malam. Saksi mata di lokasi, seorang petugas palang pintu kereta api bernama Yudi, menceritakan pelaku datang seorang diri menggunakan sepeda motor. Tanpa banyak bicara, pengendara misterius itu menyalakan api pada benda yang dibawanya, lalu melemparkannya ke arah pintu pos.

Api sempat berkobar sebelum akhirnya dipadamkan oleh seorang pengendara motor perempuan yang kebetulan melintas. Aksi berani pengendara perempuan tersebut dengan memadamkan api menggunakan kakinya menjadi kunci singkat sebelum petugas kepolisian tiba di tempat kejadian perkara.

Respons Polda Jatim

Hingga saat ini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi mengenai keterkaitan langsung antara kondisi Pos Lantas Bundaran Waru dan serangan molotov di Margorejo. Bekas bercak hitam akibat pembakaran masih terlihat jelas di bagian pintu dan lantai ubin Pos Lantas Margorejo pasca kejadian tersebut.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menyatakan pihaknya masih melakukan proses pengecekan intensif. Ia menyebut kepolisian sedang mengonfirmasi jajaran di lapangan untuk memastikan kronologi dan motif di balik rentetan kejadian di Surabaya ini.

“Terkait informasi tersebut, saya juga masih melakukan pengecekan dan konfirmasi kepada jajaran untuk memastikan kebenarannya. Apabila nanti sudah ada informasi yang terverifikasi, tentu akan saya sampaikan lebih lanjut,” tegas Jules saat dikonfirmasi mengenai tindak lanjut penyelidikan.

Saat ini, tim kepolisian masih bekerja di lapangan untuk memburu pelaku pelemparan yang menurut keterangan saksi melarikan diri ke arah utara menuju kawasan Wonokromo. Kehadiran personel Brimob di Bundaran Waru menjadi langkah antisipasi keamanan lanjutan di sepanjang jalur protokol Ahmad Yani.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda