Senin, 17 Agustus 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Harvard Kantongi Saham SpaceX Rp 39,2 Triliun, Raup Cuan dari Elon Musk

Grafik pertumbuhan nilai investasi saham SpaceX dalam portofolio Harvard
Investasi Harvard pada saham SpaceX mencerminkan strategi diversifikasi aset di tengah tekanan keuangan perguruan tinggi. (Ilustrasi: AI)

CAMBRIDGE — Dana abadi Harvard University mencatatkan posisi investasi yang signifikan pada perusahaan teknologi antariksa milik Elon Musk, SpaceX. Harvard Management Co. baru saja mengungkap kepemilikan saham senilai USD 2,2 miliar, atau setara dengan Rp 39,2 triliun dengan asumsi kurs Rp 17.828 per dolar AS.

Data ini terungkap dalam dokumen 13F yang disampaikan pihak pengelola dana kepada otoritas pasar modal Amerika Serikat pada Jumat (15/8/2026). Nilai fantastis tersebut menjadikan SpaceX sebagai aset saham tunggal dengan porsi terbesar dalam portofolio investasi Harvard yang dilaporkan.

Secara total, institusi pendidikan prestisius tersebut memegang saham perusahaan Amerika Serikat dengan nilai mencapai USD 4,3 miliar atau sekitar Rp 76,7 triliun.

Langkah Strategis Dana Abadi Universitas

Investasi besar ini buah dari taruhan awal yang dilakukan Harvard sejak lebih dari satu dekade silam. Pihak Harvard Management, yang mengelola dana sekitar USD 57 miliar atau Rp 1.016,2 triliun per Juni 2025, menempuh jalur modal ventura untuk masuk ke ekosistem bisnis Musk jauh sebelum valuasi perusahaan roket tersebut meroket seperti saat ini.

Juru bicara Harvard Management, Patrick McKiernan, memilih untuk tidak memberikan komentar mengenai detail investasi individual tersebut. Namun, kepemilikan ini disinyalir mencakup perpaduan antara saham yang dibeli secara langsung dan aset yang diterima dari distribusi dana investasi swasta.

Keberhasilan Harvard memanen keuntungan dari SpaceX terjadi saat banyak institusi pendidikan tinggi di Amerika Serikat menghadapi tekanan keuangan. Berbagai tantangan mulai dari penyusutan jumlah mahasiswa usia kuliah hingga lesunya imbal hasil di sektor private equity memaksa universitas mencari diversifikasi aset yang lebih agresif.

Selain Harvard, universitas ternama lainnya di AS turut merasakan imbal hasil serupa. University of California tercatat memiliki saham SpaceX senilai USD 1 miliar atau sekitar Rp 17,8 triliun. Nama lain seperti University of North Carolina serta Washington University in St. Louis juga masuk dalam daftar institusi yang mendulang untung dari lonjakan nilai perusahaan antariksa tersebut.

Fluktuasi Harga dan Valuasi Pasar

Saat ini, valuasi SpaceX telah menembus angka lebih dari USD 1,8 triliun atau Rp 32.090,4 triliun. Kendati demikian, performa harga sahamnya di pasar sekunder tetap dinamis. Sejak melantai di level USD 135 atau Rp 2,4 juta per lembar, harga saham terus bergerak mengikuti sentimen pasar.

Berdasarkan catatan penutupan perdagangan Jumat, saham SpaceX terkoreksi tipis 0,9 persen dan bertengger di level USD 140 atau Rp 2,5 juta per saham. Adapun kewajiban pelaporan formulir 13F ini berlaku bagi setiap manajer investasi yang mengelola aset saham perusahaan AS dengan nilai di atas USD 100 juta atau sekitar Rp 1,8 triliun, yang harus diserahkan maksimal 45 hari setelah kuartal berakhir.

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair