JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Sebuah pesan berantai mengenai hoax kuota gratis 81 GB kembali marak di media sosial. Pesan yang mengatasnamakan Kementerian Pendidikan ini, lengkap dengan tautan klaim, ternyata adalah penipuan berkedok phishing yang mengincar data pribadi pengguna.
Pemerintah, melalui berbagai instansi, telah menegaskan bahwa informasi tersebut palsu. Modus ini berpotensi membahayakan keamanan digital para penerimanya, apalagi jika terlanjur mengklik tautan dan mengisi data sensitif.
Fakta: Klaim Kuota Gratis 81 GB Adalah Penipuan
Penelusuran oleh Tim Cek Fakta Kompas.com dan Tribratanews Polri mengonfirmasi bahwa klaim kuota gratis yang mengatasnamakan Kemendikbudristek itu tidak benar. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sendiri telah memberikan klarifikasi melalui akun Instagram resminya.
Mereka menegaskan, program bantuan kuota internet dari pemerintah sudah berakhir sejak Mei 2021. Peringatan tersebut berbunyi, “Harap waspada dengan kembali beredarnya informasi hoaks dan berpotensi pengelabuan tentang bantuan kuota data internet dari Kemendikdasmen.” Ini berarti setiap klaim serupa pasca-Mei 2021 patut dicurigai sebagai penipuan.
Modus Operandi Penipuan Link Kuota Gratis
Link yang disebarkan dalam pesan berantai tersebut bukan ditujukan untuk membagikan kuota internet. Sebaliknya, ini adalah taktik umum penipu online. Modus penipuannya meliputi:
- Phishing dan Pencurian Data: Tautan mengarahkan korban ke situs palsu yang meminta pengisian data pribadi seperti nama lengkap, nomor HP, dan nomor akun Telegram. Tujuannya jelas, untuk mengambil alih akun Telegram atau informasi sensitif lainnya.
- Situs Tiruan: Tampilan situs yang terhubung dari link seringkali dibuat sangat mirip dengan aplikasi resmi, contohnya MyTelkomsel. Namun, alamat website yang ditampilkan akan berbeda jauh dari situs resmi www.telkomsel.com.
- Pengalihan ke Laman Lain: Beberapa kasus menunjukkan bahwa setelah diklik, pengguna justru diarahkan ke situs lain yang tidak relevan, seperti situs audiobook yang menawarkan langganan berbayar secara tiba-tiba.
Kasus serupa pernah terjadi dengan klaim “kuota 50 GB Hari Kemerdekaan” yang juga telah dibantah oleh Antaranews dan Infohoax Badung, menunjukkan pola penipuan yang berulang.
Kenali Ciri-ciri Penipuan Kuota Gratis
Untuk menghindari jebakan penipuan ini, masyarakat perlu mengenali ciri-ciri utamanya:
- Mengatasnamakan Instansi Pemerintah atau lembaga resmi, namun informasi tersebut tidak ditemukan di situs web atau saluran komunikasi resmi mereka.
- Meminta data pribadi secara berlebihan, seperti OTP (One-Time Password), kata sandi, atau kode verifikasi Telegram. Instansi resmi tidak akan pernah meminta informasi sensitif semacam itu melalui pesan instan.
- Tautan yang tidak resmi dan disebarkan melalui aplikasi pesan seperti WhatsApp atau Facebook, bukan dari penyedia layanan internet (provider) atau situs resmi kemendikbud.go.id.
Langkah Antisipasi Jika Terlanjur Klik Link
Bagi yang terlanjur mengklik link mencurigakan atau bahkan mengisi data, tindakan cepat perlu dilakukan untuk meminimalisir dampak buruknya. Segera ganti kata sandi semua akun penting, mulai dari email, layanan m-banking, hingga e-wallet.
Setelah itu, aktifkan verifikasi dua langkah atau two-factor authentication (2FA) di aplikasi seperti Telegram, WhatsApp, dan akun Google Anda. Ini akan menambah lapisan keamanan. Terakhir, laporkan insiden tersebut ke aduankonten.id atau melalui call center 159 untuk penanganan lebih lanjut.
Pemerintah sudah tidak lagi membagikan bantuan kuota internet pasca-Mei 2021. Oleh karena itu, setiap pesan yang mengklaim hoax kuota gratis 81 GB atau sejenisnya adalah penipuan. Jangan mudah tergiur dan selalu waspada terhadap tautan mencurigakan dari sumber yang tidak jelas.
![[HOAX] Kuota Gratis 81 GB](https://journalarta.com/wp-content/uploads/2026/08/foto-jurnalarta-20260817-709d78-640x360.jpg)
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.