Telegram dilaporkan mengalami gangguan pada Selasa pagi, 8 September 2026, dan dampaknya terasa paling kuat di Asia. Pengguna di Indonesia, Singapura, India, Malaysia, Filipina, Vietnam, hingga Thailand ramai-ramai mengeluhkan pesan yang tak terkirim dan akses aplikasi yang tersendat.
Gangguan itu tidak berhenti di satu titik. Laporan yang masuk ke situs pemantau outage menunjukkan lonjakan tajam sejak pagi, dengan Indonesia sempat mencatat lebih dari 1.000 aduan sebelum turun lagi menjelang siang. Bagi banyak pengguna, layar aplikasi tetap terbuka, tapi percakapan tak bergerak. Diam.
DC5 di Singapura Diduga Jadi Sumber Masalah
Dugaan awal mengarah ke DC5, pusat data Telegram di Singapura yang melayani pengguna kawasan Asia, Oseania, dan Australia. Bloomberg Technoz melaporkan pusat data itu diduga mengalami gangguan, dan akun Defraud di platform X juga menyebut server Telegram Asia (DC5) sedang down. Bila satu pusat data bermasalah, pengguna yang bergantung pada jalur itu ikut terdampak meski layanan Telegram secara keseluruhan belum benar-benar mati.
Kondisi itu cocok dengan pola keluhan yang muncul di lapangan. Pengguna bukan cuma mengeluhkan pesan teks yang gagal terkirim atau diterima, tapi juga kirim file, gambar, video, sampai kendala login. Di titik tertentu, panggilan pun ikut tersendat. Downdetector mencatat laporan pengguna yang menunjukkan ada masalah pada layanan Telegram, lalu jumlahnya perlahan menurun ketika sebagian akses mulai pulih.
Laporan Membesar, Lalu Turun Lagi
Data pemantau gangguan memperlihatkan gejala yang cepat membesar. Di Singapura, laporan sempat mendekati 4.000 pada sekitar pukul 10.30 waktu setempat. Di Indonesia, Bloomberg Technoz memantau lonjakan sampai 280 aduan pada pukul 09.34 WIB. Sumber lain menyebut gangguan juga merembet ke 29 negara dan 106 kota, termasuk Bekasi, Tasikmalaya, Ambon, Manado, dan Kupang.
Rinciannya cukup jelas. Sekitar separuh laporan pengguna terkait masalah pada aplikasi secara umum. Empat dari 10 aduan menyangkut pengiriman atau penerimaan pesan. Sisanya berkaitan dengan login. Keluhan itu memukul komunikasi bisnis dan percakapan personal pada jam-jam sibuk pagi hari. Di beberapa tempat, layanan mulai kembali normal lebih cepat daripada yang lain. Tapi belum merata.
Arti Gangguan Ini bagi Pengguna Asia
Telegram selama ini banyak dipakai untuk komunikasi cepat berbasis cloud, termasuk pengiriman dokumen dan file besar. Karena itu, gangguan semacam ini langsung terasa. Satu pesan tertahan saja bisa merusak alur kerja. Satu grup tak bergerak, koordinasi ikut macet. Di Indonesia, keluhan pengguna sempat memuncak lalu menurun, memberi sinyal bahwa pemulihan berjalan bertahap, bukan serentak.
Hingga laporan terakhir yang beredar, gangguan masih dirasakan di sejumlah titik Asia, meski sebagian pengguna mulai melihat layanan kembali stabil. Sorotan kini tertuju pada DC5 dan apakah Telegram akan memberi penjelasan lebih rinci soal sumber masalah. Untuk sementara, pengguna di kawasan yang terdampak masih menunggu satu hal yang sederhana: pesan bisa terkirim seperti biasa.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.