Senin, 17 Agustus 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Qatar Bantah Tangkap 3 Pilot Iran, Teheran: Doha Harus Izinkan Tim Pencari Fakta

Qatar Bantah Tangkap 3 Pilot Iran, Teheran
Qatar Bantah Tangkap 3 Pilot Iran, Teheran

TEHERAN — Iran menekan Qatar agar mengizinkan tim pencari fakta Angkatan Udara Iran masuk ke negara itu untuk menelusuri keberadaan tiga pilot Iran yang diklaim ditahan setelah pesawat tempur mereka ditembak jatuh saat kembali dari misi serangan pada Maret.

Desakan itu muncul setelah Doha membantah menangkap tiga pilot tersebut. Bagi Teheran, bantahan itu belum cukup. Iran menuntut penyelidikan lapangan, sementara keluarga dan pihak militer di Iran masih menunggu kepastian nasib para pilot.

Pertemuan yang belum terjadi

Brigadir Jenderal Seyyed Mohammad Bagherzadeh, Komandan Komite Pencarian Personel yang Hilang dalam Tugas di bawah Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran, mengatakan pemerintah Qatar seharusnya memberi jalan bagi tim pencari fakta, bukan menolak tuduhan itu mentah-mentah.

“Pemerintah Qatar seharusnya mengizinkan dan memfasilitasi masuknya tim pencari fakta Angkatan Udara Iran, alih-alih menyangkal penahanan pilot-pilot Iran tersebut,” ujar Bagherzadeh pada hari Minggu, dilansir Press TV.

Ia menambahkan, tim ahli elit dari Angkatan Udara Republik Islam Iran atau IRIAF sudah menunggu selama berbulan-bulan untuk memperoleh izin masuk ke Qatar dan melakukan penyelidikan langsung. Menurut dia, situasi ini juga membuat proses pemulangan para pilot belum bergerak.

Bagherzadeh menyebut hambatan itu datang dari keengganan pejabat Qatar. Ia juga mendesak Doha berhenti menutup-nutupi masalah ini dan membuka akses bagi tim pencari fakta agar kebenaran bisa diungkap.

Nama pilot dan klaim penahanan

Dari sumber pembanding, tiga nama yang disebut dalam surat Iran ke Komite Internasional Palang Merah atau ICRC adalah Javad Salehi, Abdolmajid Dashtian, dan Omran Behraveshian. Iran menyebut ketiganya ditahan selama enam bulan dan belum diizinkan bertemu maupun menghubungi keluarga.

Detik News dan CNN Indonesia Internasional mengutip pernyataan Bagherzadeh bahwa tiga pilot itu ditangkap hidup-hidup oleh pasukan Qatar setelah jet tempur Su-24 mereka jatuh. Liputan6 menambahkan, Iran juga meminta ICRC segera turun tangan. Sementara itu, sumber utama Press TV menekankan desakan agar tim pencari fakta IRIAF diizinkan pergi ke Doha.

Iran sebelumnya menyatakan para pilot itu hilang. Kabar soal dugaan penangkapan mereka baru ramai belakangan. Bulan lalu, militer Iran juga mengatakan telah mengevakuasi jenazah pilot bernama Majid Kazemi, yang tewas dalam serangan di Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar pada awal Maret.

Kenapa kasus ini sensitif

Kasus ini menyentuh dua hal sekaligus: nasib personel militer yang belum jelas, dan posisi Qatar sebagai tuan rumah Pangkalan Udara Al Udeid, salah satu fasilitas penting yang menampung unsur Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM. Itu membuat setiap klaim soal penahanan, penembakan jatuh, dan operasi balasan langsung bersentuhan dengan kepentingan militer regional.

Di lapangan, sengketa semacam ini biasanya tidak berhenti pada pernyataan. Jika Qatar benar-benar membuka akses tim pencari fakta, Iran berharap ada bukti yang bisa menguatkan klaimnya. Jika tidak, ketegangan diplomatik berpotensi berlanjut, apalagi Iran sudah menuding ada penundaan berulang dari pihak Qatar.

Bagi pembaca, kasus ini menunjukkan betapa cepatnya konflik udara berubah jadi perkara diplomatik. Satu pesawat jatuh bisa menyeret ICRC, komando militer, dan pemerintah dua negara ke meja saling bantah. Soalnya, yang dipertaruhkan bukan cuma status tiga pilot itu, tapi juga kredibilitas masing-masing pihak di hadapan publik dan lembaga internasional.

ICRC ikut diseret ke dalam urusan

Bagherzadeh juga menyinggung Komite Internasional Palang Merah dalam suratnya. Ia meminta lembaga itu ikut menindaklanjuti persoalan ini, sejalan dengan desakan Iran agar ada akses resmi dan pemeriksaan langsung di Qatar.

Pada titik ini, belum ada tanda bahwa Qatar akan membuka pintu untuk tim Iran. Namun, tekanan Teheran tampaknya belum mereda. Dan selama belum ada akses lapangan, polemik soal keberadaan tiga pilot Iran akan terus jadi sumber gesekan baru antara kedua negara.

“Hal ini terjadi sementara persiapan untuk kepulangan pilot-pilot pemberani kami ke tanah air belum dilakukan akibat keengganan dan ketidakmauan para pejabat Qatar,” kata Bagherzadeh.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda