NUSA DUA — Dua petenis putra Indonesia, Anthony Susanto dan Nathan Barki, mencatatkan awal impresif dalam turnamen UTR PTT Amman Men’s World Tennis Championship 2026. Berlaga di Bali Beach Country Club, Nusa Dua, kemenangan keduanya menjadi kado manis bagi perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Turnamen ini diikuti oleh 20 petenis dari sembilan negara dengan menggunakan format round robin. Mengingat sistem kompetisi yang ketat, kemenangan pada laga perdana menjadi modal krusial bagi setiap atlet untuk menjaga peluang lolos ke fase berikutnya dari turnamen yang menyediakan total hadiah US$20 ribu tersebut.
Dominasi Nathan Barki dan Anthony Susanto
Nathan Barki, yang menempati Grup D, sukses menaklukkan petenis asal Australia, Thomas Patton. Dalam laga berdurasi 1 jam 25 menit, Nathan menunjukkan ketangguhan fisik dan mental dengan skor akhir 6-4, 7-5. Hasil ini terasa emosional bagi Nathan yang baru saja kembali ke lapangan setelah menepi cukup lama akibat cedera pergelangan tangan.
“Saya senang bisa kembali merasakan atmosfer kompetisi sekaligus mengawali turnamen dengan kemenangan,” ungkap Nathan. Meski demikian, ia menegaskan tidak ingin cepat puas karena menyadari tantangan yang lebih berat menanti di pertandingan selanjutnya.
Di sisi lain, Anthony Susanto yang berada di Grup A tampil tak kalah gemilang. Menghadapi wakil India, Gautam S. Venkatraman, Anthony sempat menemui kesulitan pada set pertama.
Namun, petenis berusia 29 tahun itu berhasil mengubah ritme permainan dengan mengandalkan reli-reli panjang yang efektif menguras stamina lawan. Anthony akhirnya mengunci kemenangan dalam tempo 1 jam 18 menit dengan skor 6-3, 6-2.
Persaingan Grup dan Dampak bagi Tenis Indonesia
Sayangnya, kesuksesan tersebut belum menular kepada rekan senegara, Renaldi Aquila Salim. Berada di grup yang sama dengan Nathan di Grup D, Renaldi harus mengakui keunggulan wakil Amerika Serikat, Azuma Visaya, dengan skor 1-6, 5-7.
Hasil ini membuat peta persaingan di Grup D kian kompetitif, di mana Nathan Barki saat ini memimpin klasemen dengan mengantongi satu kemenangan, dibuntuti oleh Azuma Visaya.
Keberhasilan Anthony dan Nathan di panggung internasional ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan atlet tenis Indonesia.
Dengan ajang yang berlangsung di Bali ini, para petenis nasional mendapatkan kesempatan berharga untuk mengumpulkan poin dan mengasah performa di tengah persaingan petenis dunia.
Fokus para atlet kini beralih pada pemulihan kondisi serta persiapan strategi menghadapi lawan-lawan tangguh di laga berikutnya untuk memastikan satu tempat di babak gugur.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.