Rabu, 19 Agustus 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Lebih dari 200 Petempur Houthi Tewas di Taiz dalam 48 Jam

Petempur Houthi tewas dalam bentrokan di Taiz
Lebih dari 200 petempur Houthi tewas dalam 48 jam di Taiz dan sejumlah wilayah lain di Yaman. (Ilustrasi: AI)

SANA’A — Lebih dari 200 petempur Houthi tewas dalam 48 jam terakhir, terutama di provinsi Taiz, barat daya Yaman, di tengah bentrokan sengit dan serangan drone. Korban ini disebut sebagai salah satu yang terbesar dialami kelompok pemberontak yang didukung Iran itu sejak eskalasi terbaru di Yaman dimulai.

Dampaknya langsung terasa di tubuh milisi. Menurut sumber militer di Sanaa, sebagian besar yang tewas adalah anggota Brigade al-Samad, bagian dari kelompok Houthi. Sejumlah besar jenazah selama dua hari terakhir juga dilaporkan tiba di rumah sakit di Sanaa yang dikuasai Houthi.

Houthi kirim bala bantuan ke front al-Barh

Dilansir Al Arabiya, Senin (17/8/2026), media independen Yaman, Yemen Future, yang mengutip sumber militer tersebut, melaporkan Houthi telah mengirim bala bantuan baru ke front al-Barh di sebelah barat kota Taiz. Langkah ini diambil untuk mengimbangi kekalahan mereka dan melanjutkan serangan.

Bala bantuan itu disebut mencakup anggota pasukan elit kelompok tersebut, komando, dan unit mobilisasi. Pengiriman unsur-unsur ini menunjukkan Houthi belum berhenti menekan garis depan meski kehilangan personel dalam jumlah besar. Pertempuran di sektor ini masih menyita tenaga dan sumber daya kelompok itu.

Perekrutan lewat pembebasan tahanan

Di Sanaa, Houthi juga disebut mencari petempur tambahan dengan cara yang tidak biasa. Sumber-sumber di wilayah yang mereka kuasai mengatakan kelompok itu mulai membebaskan ratusan tahanan sebagai imbalan untuk bergabung dalam pertempuran.

Sekitar 850 tahanan dan narapidana telah dibebaskan dari penjara di Saada, Hajjah, dan Sanaa. Mereka termasuk orang-orang yang dituduh melakukan tindak pidana dan pelanggaran terkait narkoba, menurut sumber-sumber tersebut. Persiapan juga sedang dilakukan untuk membebaskan sekitar 1.400 tahanan lainnya di provinsi Dhamar.

Langkah itu memberi gambaran jelas soal tekanan yang dihadapi Houthi. Saat korban di medan tempur naik, kelompok itu mendorong sumber daya manusia baru dari wilayah yang mereka kuasai. Bagi perang yang belum menunjukkan tanda mereda, kebijakan semacam ini berarti satu hal: garis depan masih butuh pasukan, dan cepat.

Sumber-sumber itu juga mengatakan para tahanan yang dibebaskan wajib menandatangani janji untuk bergabung dalam pertempuran. Sebagai imbalan, kasus terhadap mereka dicabut atau status hukum mereka diselesaikan. Sejumlah tahanan juga ditawari perekrutan formal dan dukungan finansial.

Dalam kasus lain, Houthi disebut melunasi utang beberapa narapidana yang dipenjara karena tidak mampu membayar. Imbalannya sama, yakni bergabung dalam pertempuran. Skema ini memperlihatkan bagaimana konflik di Yaman terus menyedot orang-orang dari penjara, rumah sakit, sampai pos-pos tempur di Taiz dan sekitarnya.

Dengan lebih dari 200 petempur tewas dalam 48 jam, bentrokan di Taiz menjadi tekanan baru bagi Houthi. Di saat yang sama, pembebasan 850 tahanan dan rencana melepas sekitar 1.400 tahanan lain di Dhamar menunjukkan kelompok itu sedang mengejar tenaga tambahan secepat mungkin.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda