Senin, 6 Juli 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Garda Revolusi Iran Mengamuk: Israel Harus Lenyap Demi Perdamaian

Pasukan Korps Garda Revolusi Islam Iran dalam parade militer resmi di Teheran
Pasukan Korps Garda Revolusi Islam Iran dalam parade militer resmi di Teheran. (Ilustrasi: AI)

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) kembali mengeluarkan pernyataan keras yang menegaskan bahwa perdamaian regional di Timur Tengah tidak akan mungkin tercapai selama Israel masih ada. Pernyataan ini muncul di tengah intensifikasi serangan militer Israel terhadap Kota Gaza yang menewaskan komandan senior Hamas, menandai eskalasi baru dalam konflik berkepanjangan yang terus melibatkan aktor-aktor regional.

Retorika IRGC ini bukan sekadar pernyataan diplomatik biasa, melainkan cerminan posisi ideologis fundamental yang telah menjadi pilar kebijakan luar negeri Iran sejak Revolusi Islam 1979. Pernyataan tersebut datang dalam konteks serangan Israel yang menghancurkan kompleks apartemen di Gaza, yang menurut laporan BBC menewaskan sejumlah komandan sayap militer Hamas.

Signifikansi pernyataan ini terletak pada timingnya yang bertepatan dengan periode ketegangan tinggi, di mana dinamika keamanan regional semakin kompleks dengan keterlibatan berbagai aktor negara dan non-negara dalam konflik Palestina-Israel.

Latar Belakang Posisi Iran terhadap Israel

Sejak Revolusi Islam 1979, Iran telah mengadopsi sikap konfrontatif terhadap Israel sebagai bagian dari identitas politik dan ideologisnya. Republik Islam Iran menolak mengakui keberadaan negara Israel dan secara konsisten mendukung kelompok-kelompok perlawanan Palestina, termasuk Hamas dan Jihad Islam Palestina.

Korps Garda Revolusi Islam Iran, sebagai cabang militer elit yang didirikan untuk melindungi sistem pemerintahan Islam, telah menjadi instrumen utama dalam proyeksi kekuatan Iran di kawasan Timur Tengah. IRGC tidak hanya beroperasi sebagai kekuatan militer domestik, tetapi juga memiliki Pasukan Quds—unit operasi luar negeri yang terlibat dalam mendukung kelompok-kelompok sekutu Iran di Suriah, Lebanon, Irak, Yaman, dan Palestina.

Dukungan Iran terhadap Hamas mencakup bantuan finansial, pelatihan militer, dan transfer teknologi persenjataan. Hubungan ini telah menjadi salah satu sumber ketegangan utama antara Iran dan Israel, yang berkali-kali melakukan serangan terhadap target-target yang dikaitkan dengan Iran di Suriah dan Lebanon.

Dalam konteks historis, pernyataan IRGC yang terbaru ini merupakan kelanjutan dari retorika yang telah diulang berkali-kali oleh para pemimpin Iran, termasuk Ayatollah Ali Khamenei yang pernah menyatakan bahwa Israel adalah “tumor ganas” yang harus dihilangkan dari kawasan.

Halaman:1234Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda