Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Mengapa Trump Ancam ‘Selesaikan Pekerjaan’ di Iran?

Presiden Donald Trump memberikan konferensi pers terkait eskalasi konflik AS-Iran di Gedung Putih, Washington
Foto: Trump ancam Iran usai serangan balasan AS-Iran, tentara Israel tewas dalam serangan drone Hezbollah

Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ancaman keras terhadap Iran dengan menyatakan kemungkinan harus “menyelesaikan pekerjaan” menyusul eskalasi serangan balasan antara kedua negara. Pernyataan kontroversial ini muncul di tengah situasi Timur Tengah yang memanas, setelah AS dan Iran saling melancarkan serangan militer dalam 24 jam terakhir. Sementara itu, konflik regional melebar dengan tewasnya seorang tentara Israel dalam serangan drone Hezbollah di perbatasan Lebanon, menandakan bahwa upaya kesepakatan damai awal untuk mengakhiri perang masih jauh dari kenyataan.

Komentar Trump yang disampaikan kepada wartawan di Gedung Putih mengindikasikan bahwa jarak negosiasi antara Washington dan Tehran masih sangat lebar. “Kami sudah mencoba jalur diplomasi, tapi kalau mereka terus seperti ini, saya mungkin harus menyelesaikan apa yang sudah dimulai,” ujar Trump, tanpa merinci lebih lanjut maksud dari ancaman tersebut. Para analis internasional menafsirkan pernyataan ini sebagai peringatan kemungkinan operasi militer skala besar terhadap Iran.

Tentara Israel Tewas dalam Serangan Drone Hezbollah

Militer Israel mengonfirmasi gugurnya seorang prajurit dalam serangan drone yang diluncurkan kelompok militan Hezbollah di wilayah utara Israel dekat perbatasan Lebanon. Dalam keterangan resmi yang diunggah secara daring, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyebutkan dua tentara lainnya mengalami luka-luka dalam insiden yang terjadi kemarin. Serangan ini menambah deretan korban dalam konflik yang telah berlangsung berbulan-bulan di kawasan tersebut.

Hezbollah, kelompok bersenjata yang didukung Iran, mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut sebagai bentuk solidaritas dengan Palestina dan respons terhadap operasi militer Israel. Insiden ini memperlihatkan bagaimana konflik AS-Iran berpotensi menarik aktor-aktor regional lainnya ke dalam spiral kekerasan yang lebih luas. Pemerintah Israel belum memberikan komentar resmi terkait ancaman Trump terhadap Iran, namun sumber keamanan mengindikasikan koordinasi intelijen antara Tel Aviv dan Washington semakin intensif.

Latar Belakang Eskalasi Konflik AS-Iran

Hubungan AS dan Iran telah memburuk drastis sejak Trump kembali berkuasa, terutama setelah Washington menarik diri dari kesepakatan nuklir 2015 dan memberlakukan sanksi ekonomi berat terhadap Tehran. Serangan balasan terbaru ini dipicu oleh insiden di Selat Hormuz minggu lalu, di mana kapal tanker berbendera AS diduga diserang oleh pasukan angkatan laut Iran—tuduhan yang dibantah keras oleh Tehran.

Halaman:12Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda