Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
Ancaman Siber Meningkat, Ini Langkah Sederhana Pelaku Bisnis Amankan Data Perusahaan   ·   Proyeksi Ekonomi Global 2026: Pertumbuhan Melambat di Tengah Bayang Ketegangan Geopolitik   ·   BRI Bandung hadirkan KPR bunga berjenjang mulai dari 4 persen   ·   Terikat Janji Episode 93: Davina Mengetahui Kebenaran, Hubungan dengan Sena di Ujung…   ·   Gelombang Panas AS 2026: Saat Lonjakan Infrastruktur AI Menguji Ketahanan Jaringan Listrik   ·   BCL Tampil Glamor dan Elegan Kenakan Kebaya, Sambut Presiden Republik Belarus di…   ·   Selat Hormuz Kembali Dibuka, Pasar Minyak Dunia Hadapi Ancaman Kelebihan Pasokan   ·   Tarif Listrik Juli 2026 Resmi Tidak Naik: Pemerintah Jaga Stabilitas Ekonomi Rumah…   ·  
INTERNASIONAL

Serangan Iran ke Markas AS Picu Balasan di Timur Tengah

Serangan Iran ke markas AS memicu ketegangan di Timur Tengah
Serangan Iran ke markas AS memicu balasan baru di Timur Tengah. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — serangan Iran ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat memantik babak baru balas-membalas di Timur Tengah pada Sabtu pagi, 27 Juni, setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim bertindak sebagai respons atas serangan udara Washington di wilayah selatan Iran.

Situasi ini menandai gagalnya jeda gencatan senjata yang sempat memberi harapan meredanya konflik. Di saat yang sama, gangguan keamanan di Selat Hormuz ikut kembali jadi perhatian karena jalur itu sangat penting bagi arus minyak dunia.

IRGC klaim balasan atas serangan AS

Dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah Iran dan dikutip AA.com, IRGC menyebut pasukan angkatan lautnya menargetkan posisi militer AS di kawasan. Iran menuduh Washington melanggar komitmen gencatan senjata dan lebih dulu menyerang wilayah pesisirnya.

“Pasukan angkatan laut IRGC menargetkan posisi-posisi militer Amerika di seluruh kawasan sebagai tanggapan atas agresi yang dilakukan Amerika Serikat,” demikian pernyataan yang disampaikan IRGC. Pernyataan itu menjadi penegasan bahwa Teheran memilih respons militer, bukan menahan diri.

IRGC tidak merinci lokasi pangkalan mana saja yang disasar. Namun, istilah “di seluruh kawasan” menunjukkan jangkauan respons Iran tidak dibatasi pada satu titik. Ini yang membuat situasi sulit dibaca. Eskalasi bisa merembet cepat.

Washington akui serang sasaran militer Iran

Sehari sebelumnya, militer AS mengonfirmasi telah menyerang sejumlah sasaran di Iran pada Jumat, 26 Juni. Komando Pusat AS atau CENTCOM menyebut operasi itu menargetkan lokasi penyimpanan rudal, drone, dan fasilitas radar di wilayah pesisir Iran.

Menurut laporan CNN International yang mengutip pejabat AS, operasi tersebut telah selesai dilakukan. Laporan media pemerintah Iran kemudian menyebut sebuah proyektil menghantam area di sekitar dermaga di Sirik, wilayah selatan Iran. Detail soal kerusakan dan korban belum dijelaskan secara terbuka oleh kedua pihak.

Polanya jelas: serangan dibalas serangan. Dalam situasi seperti ini, pesan politik sering datang lebih cepat ketimbang penjelasan teknis di lapangan. Dan itu membuat pasar, jalur pelayaran, sampai negara-negara tetangga ikut waswas.

Halaman:12Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda