Minggu, 16 Agustus 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Iran Bantah Klaim Trump soal Selat Hormuz Milik AS

Iran Bantah Klaim Trump soal Selat Hormuz Milik AS
Iran Bantah Klaim Trump soal Selat Hormuz Milik AS

TEHRAN — Iran pada Sabtu, 15 Agustus, membantah klaim Donald Trump yang mengatakan ia akan segera menyatakan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat. Tehran menegaskan jalur energi penting itu tetap berada di bawah kendali Iran.

Ujaran silang ini langsung menambah panas ketegangan di jalur laut yang sudah lama jadi titik tekan perang di Timur Tengah. Bagi pasar energi, Selat Hormuz bukan sekadar nama di peta. Ini rute vital yang setiap gejolak kecilnya bisa merambat ke harga minyak dan gas.

Iran tegaskan Selat Hormuz tetap di tangan Tehran

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menyampaikan bantahan itu lewat X. “The Strait of Hormuz has been Iranian, is Iranian, and will remain Iranian,” katanya.

Ia juga menulis bahwa, “This strait will only be closed and opened under Iran’s command.” Kalimat itu menegaskan sikap Tehran bahwa mereka masih memegang kendali atas pintu keluar-masuk energi paling sensitif di kawasan Teluk.

Trump sebelumnya mengatakan dalam sebuah rapat politik di negara bagian New York pada Jumat bahwa, setelah AS mengalahkan Iran, ia akan segera mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat. Seorang pejabat Gedung Putih yang tak disebut namanya kemudian menjelaskan kepada Wall Street Journal bahwa Trump bercanda.

Tapi bagi Iran, pernyataan semacam itu tetap dibaca sebagai tekanan politik. Gharibabadi juga menyebut keputusan membuka dan menutup selat hanya berada di bawah komando Iran. Nada Tehran jelas. Tidak ada ruang untuk tafsir lain.

Serangan kapal masih berlangsung

Kekhawatiran soal Selat Hormuz bukan datang dari retorika saja. CNA melaporkan bahwa serangan terhadap kapal di kawasan itu terus terjadi, memperlihatkan risiko nyata bagi pelayaran regional. Diplomasi antara dua musuh lama itu juga masih macet.

Pada Sabtu, perusahaan minyak milik negara Uni Emirat Arab, ADNOC, mengatakan salah satu kapalnya diserang pada malam sebelumnya. Kementerian luar negeri Abu Dhabi kemudian menyalahkan Iran dan menuduh Garda Revolusi Iran melakukan “acts of piracy” di selat itu. Pada Jumat, UEA juga menyalahkan Iran atas serangan lain terhadap dua kapal yang terkait ADNOC saat melintas di jalur yang sama.

Halaman:12Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda