Rabu, 30 September 2026 WIB
BREAKING
DAERAH

Karhutla di Kobar sudah mencapai 2.418 hektare

Karhutla di Kobar sudah mencapai 2.418 hektare
Karhutla di Kobar Kalimantan Tengah terus meluas dan menciptakan kabut asap yang mengganggu operasional bandara

Kabut asap pekat mulai mengepung langit Pangkalan Bun, membuat jarak pandang di sekitar Bandara Iskandar merosot tajam. Kondisi ini memaksa sejumlah maskapai mengambil langkah darurat, mulai dari membatalkan jadwal terbang hingga memutar balik pesawat ke bandara asal demi keselamatan penumpang.

Penyebab utamanya jelas: kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tak kunjung padam di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Data terbaru menunjukkan luas lahan yang hangus terbakar telah mencapai 2.418,10 hektare. Angka yang fantastis. Di balik kehancuran lahan itu, satelit menangkap keberadaan 12.108 titik panas yang tersebar merata di berbagai penjuru wilayah.

Titik Api Terkonsentrasi

Kepala Pelaksana BPBD Kobar, Samuel, mengungkapkan bahwa api paling agresif melahap vegetasi di dua kecamatan, yakni Arut Selatan dan Kumai. Petugas di lapangan saat ini bekerja ekstra keras, terutama di sepanjang ruas jalan penghubung Pangkalan Bun menuju Kotawaringin Lama.

Pergerakan api cukup liar di sana. Mulanya, titik api hanya terlihat di Kilometer 14. Namun, amukan si jago merah tak berhenti. Api merambat cepat hingga mencapai Kilometer 27. Bukan cuma di jalan utama, tim pemadam juga harus berjibaku mematikan bara api di Desa Tanjung Terantang yang kini masuk dalam daftar titik krusial penanganan.

Medan yang berat dan tiupan angin membuat upaya pemadaman terasa seperti mengejar bayangan. Tim gabungan terus berupaya melokalisir api agar tidak terus meluas ke area permukiman atau aset vital lainnya. Meski begitu, asap yang dihasilkan dari ribuan hektare lahan terbakar tetap menjadi musuh utama yang sulit ditaklukkan.

Penerbangan Lumpuh

Dampak kabut asap ini tidak main-main bagi operasional Bandara Iskandar Pangkalan Bun. Asri Alie, Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Iskandar, menuturkan bahwa jarak pandang di area bandara sempat berada di bawah ambang batas aman, yakni di bawah 2.000 meter.

Situasi ini memaksa pesawat Batik Air dengan rute Jakarta-Pangkalan Bun membatalkan pendaratan. Pilot memutuskan untuk kembali ke bandara asal di Jakarta. Keputusan itu murni diambil demi keselamatan karena kondisi visual di landasan pacu benar-benar tidak memungkinkan untuk melakukan prosedur pendaratan yang aman.

Halaman:12Semua Halaman

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Cek Penerima Bansos PKH & BPNT Kemensos 30 September 2026: Cara Cek NIK KTP Online