Gangguan transportasi udara ini bukan kali pertama terjadi dalam sepekan terakhir. Sebelumnya, pada Senin (28/9) sore, situasi serupa memaksa pihak maskapai membatalkan tiga penerbangan sekaligus dari Bandara Iskandar.
Rute Pangkalan Bun menuju Jakarta dengan nomor penerbangan ID 6203, rute Pangkalan Bun-Surabaya (ID 6134), serta rute Pangkalan Bun-Semarang (ID 6303) terpaksa dicoret dari jadwal harian.
Pembatalan terjadi karena asap yang menggantung sejak pagi hari tidak kunjung menipis. Asri Alie mengakui bahwa operasional bandara kini sangat bergantung pada dinamika cuaca dan intensitas karhutla yang terjadi di sekitar kawasan bandara.
Saat ini, pihak pengelola bandara terus memantau data meteorologi setiap saat. Mereka tidak ingin mengambil risiko dengan memaksakan penerbangan di tengah kepungan asap. Harapan besar kini digantungkan pada keberhasilan tim di darat untuk menjinakkan api.
Asri menegaskan, satu-satunya cara untuk mengembalikan mobilitas masyarakat melalui jalur udara adalah dengan menghentikan karhutla yang masih terus menyala.
Pihak BPBD dan tim terkait masih bertahan di lapangan. Mereka terus berpatroli dan memadamkan api yang muncul, meski kelelahan mulai menyergap para personel. Belum ada kepastian kapan kondisi udara di Pangkalan Bun akan kembali normal, mengingat luasnya lahan yang terdampak membuat potensi titik api baru tetap tinggi jika tidak segera diantisipasi.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.