Rangkaian insiden itu disebut ikut mendorong runtuhnya gencatan senjata April antara Amerika Serikat dan Iran. Artinya, setiap serangan di perairan ini bukan hanya soal kapal yang rusak atau rute yang terganggu. Ada efek lanjutan ke meja perundingan yang sudah rapuh sejak awal.
Iran juga punya sekutu Houthi di Yaman yang mengumumkan blokade maritim paralel terhadap pelabuhan-pelabuhan Saudi di Laut Merah. Bagi kawasan penghasil minyak, dua jalur ini sama-sama krusial. Bila salah satunya terganggu, tekanan ke rantai pasok bisa menyebar cepat.
Dampak ke pasar energi dan politik Washington
Sebelum perang, Selat Hormuz dilalui sekitar seperlima ekspor minyak dan LNG dunia. Itu sebabnya setiap ancaman di jalur ini langsung membuat harga kembali bergejolak. Dalam bahan sumber, harga disebut berulang kali melonjak sejak sengketa selat itu memanas.
Efeknya juga terasa di Washington. Trump menghadapi tekanan politik karena penutupan selat menaikkan harga bagi pemilih Amerika, sementara pemilu paruh waktu November makin dekat. Wakil Presiden AS JD Vance pada pekan ini mengatakan prioritas utama Washington adalah menjaga harga energi tetap rendah bagi warga Amerika, sedangkan mencegah Iran mendapatkan senjata nuklir berada di urutan kedua.
Di sisi lain, Iran menginginkan kendali lebih besar atas selat itu dan ingin memungut biaya lintas, sesuatu yang menurut bahan sumber tidak pernah mereka lakukan sebelum perang dan ditentang keras oleh AS. Tehran juga menyampaikan pekan lalu bahwa mereka telah menyepakati rute dengan Oman untuk kapal-kapal yang transit melalui selat itu, sambil menyelesaikan pengaturan pengelolaan bersama.
Washington sendiri sudah menjatuhkan blokade balasan terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran untuk menekan ekonomi Tehran. Trump bahkan berkata di hadapan pendukungnya pada Jumat, “We have the blockade. No ships get through unless we want them to.”
Pernyataan itu menutup satu hal dengan terang: Selat Hormuz tetap menjadi alat tekan politik, jalur dagang energi, dan titik bentur militer dalam satu paket. Selama serangan kapal masih berlanjut dan perundingan tak bergerak, kawasan ini akan terus jadi sumber risiko bagi pasar global.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.