Rabu, 30 September 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Semeru erupsi 6 kali selama tiga jam dengan letusan hingga 900 meter

Kolom abu vulkanik Gunung Semeru menyembur tinggi mencapai 900 meter pada Senin malam (28/9)
Erupsi Gunung Semeru pada Senin (28/9) menghasilkan kolom abu setinggi 900 meter. Aktivitas vulkanik ditetapkan pada Level III Siaga. (Ilustrasi: AI)

LUMAJANG — Gunung Semeru memuntahkan magma berkali-kali dalam waktu singkat. Senin malam (28/9), gunung tertinggi di Pulau Jawa itu mengalami enam kali erupsi selama tiga jam berturut-turut, dengan lontaran abu mencapai 900 meter di atas puncaknya.

Erupsi pertama terjadi pukul 18.14 WIB dengan kolom abu setinggi 400 meter. Tidak sampai 30 menit, pada pukul 18.35 WIB, Semeru kembali memuntahkan material dengan tinggi 800 meter. Puncaknya, pada pukul 18.53 WIB, letusan mencapai 900 meter—ketinggian maksimal dalam rentang waktu tersebut.

“Tidak selang lama kemudian, tepatnya pukul 18.35 WIB, Gunung Semeru kembali erupsi dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 800 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat daya,” lapor Liswanto, Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru.

Dua erupsi lagi mengikuti setelahnya. Pada pukul 20.06 WIB, kolom abu mencapai 800 meter, dan pada pukul 20.42 WIB mencapai 900 meter lagi. Erupsi keenam terjadi pukul 21.01 WIB dengan tinggi 600 meter. Sepanjang kejadian, abu vulkanik berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang mengalir ke arah barat daya dan selatan.

Status Siaga, Aktivitas di Radius 13 km Dilarang

Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kini berada pada status Level III (Siaga). Artinya, masyarakat di sekitar tidak boleh melakukan aktivitas di luar ruangan, khususnya di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak.

Peringatan lebih keras berlaku untuk zona 5 kilometer dari kawah. Daerah ini sangat rawan terhadap lontaran batu pijar yang dapat membahayakan nyawa. Sementara itu, wilayah dalam jarak 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan juga dilarang untuk aktivitas apapun karena berpotensi terkena awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.

Liswanto mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang lembah yang berhulu di puncak Semeru. Aliran utama berbahaya meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta sungai-sungai kecil yang merupakan percabangan dari Besuk Kobokan.

Semeru Tetap Aktif

Erupsi Senin malam ini menunjukkan tingkat aktivitas yang terus meningkat. Gunung setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut ini telah beberapa kali menunjukkan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir, dengan letusan yang konsisten mencapai ratusan meter.

Masyarakat yang tinggal di sekitar Lumajang dan Malang diminta untuk tetap mengikuti perkembangan status vulkanik dan mempersiapkan rencana evakuasi darurat jika diperlukan. Kantor Pos Pengamatan Gunung Semeru terus melakukan pemantauan 24 jam untuk mendeteksi perubahan aktivitas lebih awal.

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Cek Penerima Bansos PKH & BPNT Kemensos 30 September 2026: Cara Cek NIK KTP Online