Senin, 6 Juli 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Iran Luncurkan Sistem Pertahanan Arash-e Kamangir untuk Selat Hormuz

Ilustrasi sistem pertahanan udara modern di kawasan pesisir strategis Timur Tengah
Ilustrasi sistem pertahanan udara modern di kawasan pesisir strategis Timur Tengah. (Ilustrasi: AI)

Iran mengumumkan peluncuran sistem pertahanan udara baru bernama Arash-e Kamangir yang diklaim mampu menangkal dan menjatuhkan drone tempur Amerika Serikat di kawasan Selat Hormuz. Pengumuman ini menjadi sinyal terbaru dalam eskalasi kapabilitas militer Teheran di salah satu jalur pelayaran paling strategis dunia, yang menghubungkan produksi minyak Teluk Persia dengan pasar global.

Selat Hormuz adalah jalur laut sempit yang dilalui sekitar 20 persen dari total pasokan minyak dunia setiap hari. Kontrol atas kawasan ini telah menjadi sumber ketegangan geopolitik berkepanjangan antara Iran dan negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat. Kehadiran sistem pertahanan baru ini menandai upaya Iran untuk memperkuat posisi strategisnya di kawasan yang kerap menjadi titik konfrontasi militer.

Latar Belakang Ketegangan di Selat Hormuz

Selat Hormuz telah lama menjadi arena persaingan pengaruh antara Iran dan koalisi militer yang dipimpin Amerika Serikat. Sejak penarikan AS dari kesepakatan nuklir Iran pada 2018 dan pemberlakuan sanksi ekonomi yang keras, Teheran berulang kali mengancam akan menutup selat tersebut sebagai respons terhadap tekanan internasional.

Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan ini menjadi saksi berbagai insiden, termasuk penyitaan kapal tanker, serangan terhadap instalasi minyak, dan konfrontasi militer skala kecil antara kapal perang AS dan kapal patroli cepat Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Konteks ini menjadikan setiap pengembangan kapabilitas militer baru di kawasan tersebut sebagai perhatian serius bagi stabilitas energi global.

Iran telah menginvestasikan sumber daya signifikan untuk mengembangkan industri pertahanan domestiknya, terutama setelah sanksi internasional membatasi akses negara tersebut terhadap teknologi militer asing. Sistem pertahanan udara, drone, dan rudal balistik menjadi fokus utama program modernisasi militer Teheran.

Detail Sistem Arash-e Kamangir

Sistem Arash-e Kamangir dilaporkan dirancang khusus untuk mendeteksi dan menjatuhkan drone tempur, termasuk model-model yang dioperasikan oleh militer AS seperti MQ-9 Reaper dan RQ-4 Global Hawk. Nama sistem ini merujuk pada tokoh mitologi Persia kuno yang dikenal sebagai pemanah legendaris, simbol ketepatan dan kekuatan.

Meskipun detail teknis spesifik belum dipublikasikan secara luas, sistem pertahanan udara Iran umumnya mengombinasikan radar jarak jauh, sistem pelacakan otomatis, dan rudal permukaan-ke-udara. Arash-e Kamangir kemungkinan mengintegrasikan teknologi deteksi frekuensi radio dan inframerah untuk mengidentifikasi drone yang terbang rendah atau menggunakan teknologi siluman.

Halaman:12Semua Halaman

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda