JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Piala Dunia 2026 siap mencetak sejarah sebagai turnamen sepak bola paling inovatif. Untuk pertama kalinya, ajang empat tahunan ini akan dihelat di tiga negara sekaligus: Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Dengan peningkatan signifikan menjadi 48 tim peserta dan total 104 pertandingan, FIFA berkomitmen penuh untuk menghadirkan pengalaman tak terlupakan melalui adopsi teknologi mutakhir.
Dari bola yang dilengkapi sensor canggih, sistem perwasitan berbasis kecerdasan buatan, hingga stadion ramah lingkungan, Piala Dunia 2026 akan benar-benar terasa seperti melangkah ke masa depan. Teknologi ini tidak hanya bertujuan meningkatkan akurasi keputusan di lapangan, tetapi juga kenyamanan penonton di stadion maupun di rumah.
⚽ Baca juga: Piala Dunia 2026 — Bagan, Jadwal Hari Ini & Klasemen Live
VAR Semi-Otomatis dan Sensor Bola Terintegrasi
Teknologi Video Assistant Referee (VAR) akan mengalami evolusi signifikan. Setelah diperkenalkan di Piala Dunia 2022 Qatar, VAR 2026 akan menjadi lebih cerdas dengan sistem semi-otomatis yang didukung AI dan sensor terintegrasi di dalam bola resmi. Bola versi 2026 akan dilengkapi sensor IMU (Inertial Measurement Unit) 500Hz. Sensor ini mampu mendeteksi kontak bola atau posisi offside secara akurat, hingga 500 kali per detik.
Hasilnya, keputusan offside yang sangat tipis dapat diputuskan dalam waktu 3 hingga 5 detik, jauh lebih cepat dibanding rata-rata 70 detik sebelumnya. Data yang terkumpul langsung dikirimkan ke ruang VAR dan ditampilkan di layar stadion. Ini menghilangkan keraguan dan perdebatan panjang mengenai keabsahan sebuah keputusan.
Stadion Pintar Berkelanjutan: Tenaga Surya dan Daur Ulang Air
Ke-16 stadion yang akan menjadi tuan rumah diwajibkan mengadopsi konsep ‘hijau’ atau ramah lingkungan. Contohnya, Stadion Azteca di Meksiko dan MetLife Stadium di New York akan memanfaatkan atap panel surya untuk memenuhi kebutuhan energi. Energi matahari ini akan digunakan untuk pencahayaan LED dan sistem pendingin udara. Selain itu, air hujan akan ditampung untuk menyiram rumput lapangan.
Beberapa stadion juga akan dilengkapi kursi penonton dengan sensor. Jika sebuah kursi kosong selama 15 menit, sistem pendingin udara di area tersebut akan otomatis mati. Ini merupakan langkah signifikan dalam menghemat energi dan biaya operasional, sekaligus mengurangi jejak karbon turnamen.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.