SINGAPURA — Seorang pedagang bakso berusia 73 tahun, Yeo Song Khoon, harus dirawat di rumah sakit setelah dilempar ke lantai oleh seorang pria pada 15 Agustus karena dia menampar kepala seorang anak perempuan berusia dua hingga tiga tahun. Insiden terjadi di 50 East Coast Road, dan kepolisian Singapura masih melakukan investigasi.
Pokok Peristiwa
Yeo tidak awalnya mau menerima perawatan medis. Namun dua hari setelah kejadian, pada 17 Agustus, keluarganya membawanya ke rumah sakit untuk pemeriksaan. Dalam foto yang dibagikan keluarganya di Instagram, pria itu terlihat dalam kursi roda dan gaun rumah sakit. Kios mie wonton miliknya, Bei-Ing Wanton Noodle, ditutup hingga 20 Agustus.
Menurut Yeo, dia sedang membeli kopi di kedai lain ketika melewati meja tempat anak perempuan itu duduk. “Dia sangat menggemaskan, jadi saya menepuk kepalanya. Orang tua suka menepuk kepala anak-anak kecil,” katanya kepada stasiun Mediacorp 8world pada 16 Agustus.
Video CCTV yang dibagikan kios di Facebook dan Instagram pada 15 Agustus menunjukkan Yeo berjalan perlahan antar meja sambil berpegangan untuk menyeimbangkan diri sebelum menyentuh kepala anak itu. Ibu anak itu mencoba menghentikannya. Ayah anak itu, yang sempat meninggalkan meja, kembali, memberi isyarat kepada Yeo, kemudian meraih lengannya dan menariknya jatuh ke lantai.
Konteks
Dalam jatuh, Yeo menabrak meja dan memukul kepalanya. Anaknya, Yeo Zhi Wei yang berusia 29 tahun, mengatakan kepada Shin Min Daily News bahwa kepala ayahnya membengkak dan memar. Pada saat itu, Yeo tidak merasakan sakit dan настаивал bahwa dia baik-baik saja, sehingga keluarga membiarkan orang tua anak itu pergi.
Kondisi medis Yeo memperumit situasi. Dia telah berjalan dengan pincang sejak kecelakaan lalu lintas lebih dari 20 tahun lalu dan memiliki implan di kedua pinggulnya serta panjang kaki yang tidak sama. Menantu Yeo, Zheng Zhi Cheng, seorang pengemudi taksi swasta berusia 54 tahun, mengatakan kepada Shin Min bahwa dokter pernah memperingatkan Yeo agar tidak pernah jatuh.
Nyeri punggung mulai menyerang dua hingga tiga jam setelah jatuh. Baru setelah keluarga menonton video CCTV, mereka memahami betapa kuatnya Yeo dilempar. Video itu kemudian dibagikan secara publik untuk mencari pria tersebut.
Dampak dan Langkah Berikutnya
Ayah anak itu akhirnya meminta maaf setelah mengetahui masalah mobilitas Yeo dan menawarkan untuk membelikannya minuman, yang ditolak Yeo. Kios itu menulis bahwa permohonan maaf “tidak dapat begitu saja menghilangkan rasa sakit fisik” yang dialami.
Video tersebut mendapat lebih dari 1.700 komentar dan 3.000 pembagian di Facebook pada sore hari 17 Agustus. Mayoritas pemberi komentar mengecam kekuatan yang digunakan, meski beberapa mengatakan orang tua memiliki alasan untuk tidak menginginkan orang asing menyentuh anak mereka.
Aktor Noah Yap dari serial “Ah Boys to Men” mengunjungi kios pada 16 Agustus dan menulis di Instagram bahwa Yeo dalam semangat baik dan “masih dirinya yang ceria” meskipun menolak menemui dokter. “Kekerasan tidak pernah menjadi jawaban untuk apa pun,” tulisnya. Aktris Lina Ng juga berkunjung, dan aktor Romeo Tan membagikan ulang video, mengatakan tidak perlu menjadi fisik.
Dua klinik menawarkan bantuan di kolom komentar, salah satunya menawarkan konsultasi gratis untuk nyeri punggung Yeo. Yeo telah menjual mie wonton di kedai kopi Roxy Square selama lebih dari 40 tahun dan dikenal oleh pelanggan setia karena cara dia memanggil nomor pesanan dengan suara yang pada 2025 diukur pada 111 desibel. Dia mengambil alih kios dari seorang bibi pada 1984.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.