Selasa, 18 Agustus 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Pesawat Listrik Terbesar Dunia Terbang Sukses 27 Menit, Biaya Energi Rp 80 Ribu

Pesawat Listrik Terbesar Dunia Terbang Sukses 27 Menit, Biaya Energi Rp 80 Ribu
Pesawat Listrik Terbesar Dunia Terbang Sukses 27 Menit, Biaya Energi Rp 80 Ribu

PLATTSBURGH — Sebuah pesawat listrik raksasa melakukan penerbangan perdana yang berhasil pada 12 Agustus 2026, menandai pencapaian penting dalam industri penerbangan komersial. Heart Aerospace, perusahaan penerbangan asal Swedia yang berbasis di Amerika Serikat, menerbangkan demonstrator X1 miliknya selama 27 menit di Bandara Internasional Plattsburgh.

Pesawat bertenaga baterai sepenuhnya itu tetap terbang selama hampir setengah jam dan mencapai ketinggian 335 meter (1.100 kaki). Kepala kemenangan datang dengan detail yang memukau: biaya energi untuk seluruh penerbangan hanya $5, atau setara Rp 80 ribu dengan kurs saat itu.

X1 adalah pesawat listrik terbesar yang pernah terbang. Dengan lebar sayap 106 kaki (32 meter), panjang badan 76 kaki dari hidung hingga ekor, dan berat lepas landas melebihi 25.000 pon (11,3 ton), pesawat ini melampaui semua pendahulunya dalam hal ukuran dan jangkauan listrik. Sistem propulsi baterai-elektrik menghasilkan daya lebih dari 1 megawatt.

Pengujian komprehensif meliputi fase penting penerbangan: taxiing, lepas landas, pendakian, manuver, dan pendaratan. Semua tahap berjalan sesuai rencana di bawah pengawasan Sertifikat Kelayakan Khusus dalam Kategori Eksperimental yang dikeluarkan oleh Federal Aviation Administration.

Tujuan utama misi ini jelas: membuktikan bahwa penerbangan sepenuhnya listrik bisa berjalan pada skala komparable dengan operasi maskapai komersial. “Dengan penerbangan pertama X1, Heart Aerospace telah menunjukkan penerbangan listrik pada skala maskapai komersial,” kata Anders Forslund, pendiri dan CEO Heart Aerospace dalam pernyataannya.

Biaya Energi yang Membangkang

Angka $5 untuk 27 menit terbang menjadi headline yang menarik, tetapi perlu konteks. Biaya itu hanya menghitung listrik yang dikonsumsi selama penerbangan eksperimental—tidak termasuk kompensasi pilot, pemeliharaan, biaya bandara, degradasi baterai, pembiayaan, dan asuransi. Dalam operasi maskapai nyata, kalkulasi jauh lebih rumit.

Namun angka itu tetap bermakna mengingat lonjakan harga bahan bakar jet global yang berkelanjutan. Pada minggu berakhir 7 Agustus 2026, bahan bakar jet rata-rata $3,50 per galon—naik 63% dibanding setahun lalu. Volatilitas ini membuat propulsi listrik terlihat menarik bagi maskapai.

Heart Aerospace menekankan bahwa fluktuasi harga minyak global mendorong urgency adopsi teknologi listrik. “Pesawat komersial listrik berpotensi mengubah fundamental ekonomi maskapai dan pada akhirnya menurunkan biaya perjalanan udara bagi penumpang,” tambah Forslund.

Kesuksesan X1 ini bukan sekadar simbol teknologi futuristik. Ini adalah bukti konkret bahwa maskapai bisa melepaskan diri dari ketergantungan terhadap pasar minyak dunia yang tidak stabil. Jika teknologi ini berkembang dan masuk ke fase komersial, dampaknya bisa mengubah cara kita terbang—lebih murah, lebih bersih, dan lebih independen dari gejolak harga energi fosil.

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru Hari Ini 18 Agustus 2026: Klaim Pack & Coins Gratis