JAKARTA — Loyalitas adalah mata uang paling berharga di dunia sepak bola Inggris. Namun, sejarah mencatat beberapa figur yang memilih menyeberang ke sisi rival, sebuah keputusan yang seringkali berakhir dengan cap sebagai pengkhianat dan kemarahan suporter yang sulit padam.
Perpindahan pemain atau pelatih ke klub rival abadi bukan sekadar masalah transfer, melainkan luka psikologis bagi basis pendukung yang merasa dikhianati oleh idola mereka sendiri. Berikut adalah 10 kisah kepindahan paling kontroversial yang mengguncang jagat sepak bola Inggris.
Sisi Kelam Loyalitas Pemain
Daftar ini mencakup beberapa nama besar yang kariernya tercoreng akibat keputusan menyeberang ke kubu lawan. Salah satu yang paling diingat adalah Alan Smith. Sebagai produk akademi Leeds United, ia pernah mencium lambang klub di depan pendukung Manchester United sebagai bukti cinta.
Namun, saat Leeds terdegradasi pada 2004, Smith justru memilih pindah ke Old Trafford. Ia sempat mencatatkan 93 penampilan dan 12 gol sebelum kariernya terhambat cedera patah kaki pada 2006.
Kisah lainnya melibatkan Teddy Sheringham. Sosok ini adalah legenda bagi Millwall setelah tampil di 262 pertandingan dan mencetak 111 gol antara 1983-1991. Keputusannya bergabung dengan West Ham United pada 2004 memicu amarah suporter The Lions karena rivalitas sengit kedua klub.
Meski begitu, Sheringham tetap produktif dengan 30 gol dari 87 laga dan mencatat sejarah sebagai pemain berusia di atas 40 tahun pertama yang mencetak gol di Premier League.
Pelatih Pun Tak Luput dari Kontroversi
Pengkhianatan tidak selalu datang dari pemain. George Graham, sosok yang sangat lekat dengan Arsenal sebagai pemain maupun manajer, justru menerima pekerjaan di Tottenham Hotspur pada 1998.
Padahal, Graham sebelumnya menangani The Gunners selama sembilan tahun, dari 1986 hingga 1995, dan mempersembahkan berbagai trofi bergengsi. Kepindahannya ke rival sekota di London Utara ini menjadikannya figur yang sangat kontroversial di mata pendukung Arsenal hingga hari ini.
Selain nama-nama di atas, sejarah liga Inggris masih menyimpan jejak kepindahan Rio Ferdinand dari Leeds United ke Manchester United yang juga memicu perdebatan panjang di kalangan suporter. Fenomena kepindahan ini menunjukkan betapa tipisnya batas antara loyalitas dan profesionalisme dalam industri sepak bola yang sangat kompetitif.
Bagi suporter, keputusan seorang pemain untuk membelot ke klub rival sering kali menjadi alasan utama mereka kehilangan status legenda di mata klub lama. Dampak ini terasa tidak hanya pada reputasi pemain di lapangan, tetapi juga pada warisan nama mereka dalam sejarah klub yang pernah mereka bela.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.