BOGOR — Slot parkir di sebuah kafe di Bogor memicu cekcok yang ramai dibicarakan publik setelah video dua rombongan beredar di media sosial. Dalam rekaman itu, seorang pria tampak emosi, membuka bajunya, lalu menantang pihak lain untuk berkelahi.
Peristiwa itu terjadi pada Minggu, 16 Agustus 2026 sekitar pukul 15.00 WIB. Berdasarkan informasi yang beredar dan dikutip VIVA pada Rabu, 19 Agustus 2026, pria dalam video disebut bernama Aditya Tri Nugraha.
Awal perselisihan slot parkir di Bogor
Perselisihan bermula dari cara menandai tempat parkir yang masih kosong. Di lokasi, Gaby Soetjipto disebut berdiri di salah satu slot parkir karena kendaraan yang ia gunakan bersama suaminya masih berputar mencari akses menuju area parkir.
Di saat yang sama, rombongan Raditya Rusydi mengaku sudah diarahkan petugas parkir menuju lokasi yang disebut masih tersedia. Raditya kemudian membawa kendaraannya ke tempat itu, tetapi sesampainya di sana ia mendapati seorang perempuan sudah berdiri di lokasi tersebut.
Dari situlah perdebatan mulai mengeras. Raditya mempertanyakan alasan dirinya diarahkan ke titik yang ternyata sudah ditandai dengan badan. Dari keterangan yang beredar, Gaby menjelaskan bahwa ia sengaja menempati lokasi itu karena mobilnya masih berputar dan sebelumnya sudah melewati area parkir.
Aditya ikut terpancing emosi
Situasi yang awalnya soal slot parkir berubah jadi adu argumen terbuka. Aditya kemudian ikut terlibat dalam perdebatan dan terlihat emosi dalam video yang beredar.
Ucapan yang terekam jelas memperlihatkan tensi peristiwa itu. “Jangan sekali-kali lu maki-maki istri gua, ayo berantem,” demikian suara Aditya yang terdengar dalam rekaman video yang beredar.
Beberapa orang kemudian berupaya melerai agar pertengkaran tidak melebar. Suasana di lokasi ikut memanas karena ada anak kecil di sekitar area itu. Dalam rekaman yang beredar, terdengar pula suara perempuan yang mengingatkan bahwa rombongan tersebut membawa bayi.
Kenapa kejadian ini cepat menyebar
Kasus slot parkir seperti ini mudah memantik reaksi karena berlangsung di ruang publik dan terjadi di depan banyak orang. Satu titik kosong bisa berubah jadi sumber konflik, apalagi jika petugas parkir, pengunjung, dan rombongan berbeda tafsir soal siapa yang lebih dulu berhak memakai lahan itu.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.