Jumat, 21 Agustus 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Pekerja Asing di Vietnam Bisa Klaim Dana Asuransi Sosial Lump-Sum?

Pekerja Asing di Vietnam Bisa Klaim Dana Asuransi Sosial Lump-Sum?
Pekerja Asing di Vietnam Bisa Klaim Dana Asuransi Sosial Lump-Sum?

HANOI — Seorang pekerja Korea Selatan yang hendak meninggalkan Vietnam mengajukan pertanyaan yang menyentuh celah regulasi: apakah tenaga kerja asing berhak mendapatkan pembayaran asuransi sosial dalam satu kali setoran (lump-sum payment)?

Kasus ini menggugat aturan yang masih abu-abu di Vietnam mengenai hak-hak sosial pekerja asing. Meski pemerintah Vietnam telah menetapkan standar kontribusi asuransi sosial wajib bagi semua pekerja — termasuk ekspatriat — mekanisme klaim ketika mereka pulang ke negara asal belum jelas sepenuhnya.

Regulasi asuransi sosial Vietnam mengharuskan semua pekerja, baik warga negara maupun asing, membayar kontribusi sebesar persentase gaji mereka. Namun, pertanyaan mendesak adalah: apakah dana yang sudah dikontribusikan selama kerja di Vietnam dapat diambil sekaligus saat mereka keluar dari sistem?

Ketidakjelasan Aturan untuk Ekspatriat

Vietnam memiliki jutaan pekerja asing yang terus bertambah setiap tahun. Mereka dipekerjakan di berbagai sektor — manufaktur, layanan, pendidikan, dan teknologi. Namun, sistem asuransi sosial Vietnam dirancang dengan asumsi bahwa pekerja akan tinggal jangka panjang di negara tersebut.

Bagi pekerja asing yang kontrak berakhir atau memutuskan untuk pulang, tidak ada prosedur standar yang jelas untuk mengklaim dana asuransi yang telah mereka bayarkan. Beberapa pekerja berhasil menerima pembayaran lump-sum, sementara yang lain menghadapi hambatan birokrasi atau penolakan tanpa penjelasan konkret.

Kasus pekerja Korea Selatan ini mewakili ribuan ekspatriat lain yang berada dalam situasi serupa. Mereka telah memenuhi kewajiban kontribusi tetapi dibiarkan dalam ketidakpastian ketika saatnya meninggalkan Vietnam.

Dampak bagi Tenaga Kerja Asing

Ketidakjelasan ini menciptakan dua risiko serius. Pertama, pekerja asing kehilangan akses ke dana yang mereka investasikan dalam sistem asuransi lokal — uang yang seharusnya menjadi bagian dari kompensasi akhir mereka. Kedua, ketidakpastian hukum ini dapat mengurangi daya tarik Vietnam sebagai tujuan kerja bagi talenta internasional.

Perusahaan multinasional yang merekrut ekspatriat juga menghadapi tantangan administratif. Mereka harus menjelaskan kepada karyawan mereka tentang status dana asuransi sosial yang mungkin tidak dapat diklaim, yang pada gilirannya mempengaruhi paket kompensasi dan kepuasan pegawai.

Bagi Vietnam, yang sedang berupaya meningkatkan investasi asing dan menarik talenta global, masalah ini bisa menjadi hambatan reputasi meski kecil.

Bagaimana Seharusnya Prosesnya?

Sejumlah negara tetangga telah mengatasi masalah serupa dengan membuat mekanisme khusus. Beberapa memungkinkan pekerja asing untuk mengalihkan dana ke negara asal mereka melalui perjanjian bilateral asuransi sosial. Yang lain menawarkan opsi untuk membekukan dana sampai pekerja mencapai usia pensiun, atau memungkinkan pencairan sebagai lump-sum di bawah kondisi tertentu.

Vietnam belum mengadopsi pendekatan komprehensif seperti itu. Kementerian Tenaga Kerja dan Jaminan Sosial Vietnam perlu memperjelas persyaratan kapan dan bagaimana pekerja asing dapat mengklaim dana mereka, khususnya dalam bentuk lump-sum payment.

Tanpa kejelasan, pekerja seperti orang Korea Selatan itu akan terus menghadapi proses pengurusan yang melelahkan dan hasil yang tidak pasti — dan Vietnam akan terus menerima kritik dari komunitas ekspatriat internasionalnya.

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Cek Penerima Bansos PKH & BPNT Kemensos 21 Agustus 2026: Cara Cek NIK KTP Online