Kamis, 20 Agustus 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Prostesis Saraf Bantu Amputee Kontrol Tangan dengan Pikiran

Prostesis saraf membantu kontrol tangan mekanis dengan pikiran
Prostesis saraf membuka cara baru bagi amputee untuk menggerakkan lengan mekanis lewat sinyal saraf dan otot. (Ilustrasi: AI)

CHICAGO — Prostesis saraf mulai memperlihatkan hasil yang nyata bagi amputee yang ingin kembali menggerakkan tangan secara lebih alami. Di Chicago, Jesse Sullivan memakai lengan mekanis yang bisa ia kendalikan lewat sinyal dari tubuhnya sendiri, bukan hanya lewat sakelar dan tuas seperti prostesis lama.

Teknologi ini dilaporkan Tom Bearden dalam liputan yang menyorot langkah baru di dunia prostetik. Sullivan, yang kehilangan kedua lengannya dalam kecelakaan jaringan listrik dua tahun lalu di Dayton, Tennessee, menjadi orang pertama yang menerima cangkok saraf-otot dan memakainya untuk mengendalikan anggota gerak buatan.

Prostesis saraf dan cara kerja sinyal tubuh

Perbedaan paling besar ada pada cara tubuh memberi perintah. Prostesis di bahu kanan Sullivan masih memakai teknologi lama, dengan kontrol dari dagu dan sakelar di dalam rompi. Sementara prostesis di bahu kirinya bekerja dengan cara yang jauh lebih canggih.

Dokter Todd Kuiken dan timnya di Rehabilitation Institute of Chicago memindahkan ujung saraf yang dulu mengendalikan lengan Sullivan ke otot-otot di dada. Saraf itu lalu tumbuh masuk ke otot. Dari situ, otak Sullivan tetap bisa memberi perintah, lalu otot dada menjadi penerjemah sinyal itu untuk menggerakkan lengan mekanis.

Kuiken menjelaskan mekanismenya dengan sederhana. Saat Sullivan berpikir untuk menutup tangan, saraf yang dulu dipakai untuk itu membuat otot dada berkontraksi kecil. Kontraksi itu ditangkap dua antena kecil di atas otot, lalu sistem membaca sinyalnya dan memberi perintah untuk menutup tangan buatan.

“We rewired him,” kata Dr. Todd Kuiken. Ia juga menyebut otot dipakai sebagai biological amplifier dari sinyal saraf, sehingga mesin bisa membaca niat gerak dengan lebih presisi.

Kalimat itu terdengar ekstrem. Tapi di laboratorium, itu berarti satu hal sederhana: tubuh manusia masih punya jalur untuk bicara dengan mesin. Dan jalur itu kini mulai dipakai sebagai dasar prostesis saraf generasi baru.

Kenapa hasil ini penting bagi amputee

Bagi Sullivan, perbedaan antara prostesis lama dan prostesis yang terhubung lewat saraf terasa jelas dalam aktivitas harian. Ia bisa mengangkat benda kecil seperti koin dari lantai atau meja dengan sisi elektrik, sesuatu yang sulit dilakukan dengan alat lama karena harus bergulat dengan mekanisme hook.

Halaman:12Semua Halaman

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru Hari Ini 20 Agustus 2026: Klaim Pack & Coins Gratis