Sabtu, 22 Agustus 2026 WIB
BREAKING
POLITIK PEMERINTAHAN

Partai Hanura Membuka Peluang Bagi Insan Politik Jadi Caleg pada Pemilu 2029

Partai Hanura Membuka Peluang Bagi Insan Politik Jadi Caleg pada Pemilu 2029
Partai Hanura Membuka Peluang Bagi Insan Politik Jadi Caleg pada Pemilu 2029

TARAKAN — Partai Hanura mengundang para politisi yang gagal meraih tiket pencalonan di partai sebelumnya untuk bergabung dan berjuang bersama menghadapi Pemilu 2029. Strategi ini menjadi cara partai untuk memperluas basis kader sekaligus membuka kesempatan bagi talenta politik yang tertutup di tempat lain.

Ketua Tim Task Force Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Hanura, Patrice Rio Capella, menyatakan komitmen partainya sebagai “rumah besar” bagi semua insan politik berkualitas.

“Hanura merupakan melting pot atau rumah besar bagi anak bangsa yang ingin membangun negerinya, yang ingin membangun Indonesia melalui jalan politik,” kata Rio saat menghadiri Konsolidasi dan Rapat Teknis Tim Task Force tingkat DPC se-Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) di Hotel Swissbell, Tarakan, Jumat (21/8/2026) malam.

Persaingan Ketat, Hanura Buka Pintu

Rio mengakui ketatnya kompetisi merebut tiket caleg dalam satu partai. Persaingan internal itu membuat banyak politisi dengan potensi baik tertinggal karena kuota terbatas atau dinamika internal. Dalam situasi itu, Hanura melihat peluang untuk merekrut kader berpengalaman dari partai lain yang sejalan visi dan misi.

“Hanura menjadi rumah terbuka bagi siapa pun. Bagi anak bangsa yang meyakini bahwa dengan cara-cara politik kita bisa membangun Indonesia, Hanura akan membuka diri,” tegas Rio sambil diiringi tepuk tangan para peserta rapat teknis.

Syarat utama adalah keselarasan visi perjuangan dan komitmen nyata untuk membangun daerah serta Indonesia melalui jalur politik. Bukan sekadar mencari platform, tetapi memiliki misi konkret yang dapat dijalankan bersama struktur Hanura.

Konsolidasi Awal Kuatkan Loyalitas Kader

Rio meyakini bahwa kader Hanura tidak mudah tergoyahkan untuk pindah ke partai lain. Kunci daya tahan itu terletak pada konsolidasi organisasi yang dilakukan jauh-jauh hari sebelum pemilu.

“Kalau kita mempersiapkan sejak awal dan meyakini, para kader akan lebih siap menghadapi Pemilu dan lebih siap bergerak dalam menghadapi ketatnya persaingan dengan partai lain. Saya yakin, tidak ada kader yang keluar dari partai ini,” ujarnya dengan nada percaya diri.

Strategi konsolidasi dini ini membedakan Hanura dari partai-partai yang baru mulai bergerak menjelang tahun pemilihan. Dengan persiapan matang, loyalitas kader terjaga dan semangat perjuangan tetap hidup hingga pemungutan suara berlangsung.

Mekanisme Rekrutmen dan Seleksi

Partai Hanura juga siap menyiapkan mekanisme evaluasi dan seleksi caleg yang terukur. Pendekatan ini memastikan bahwa figur yang bergabung bukan hanya memiliki track record baik, tetapi juga pemahaman mendalam tentang visi partai dan kapasitas untuk memenangkan suara di daerah pemilihan masing-masing.

Pembukaan pintu ini sejalan dengan upaya keras Hanura untuk menjadi kontestan serius di Pemilu 2029. Dengan target ambisius meningkatkan jumlah kursi di DPR RI, partai yang didirikan mantan Jenderal Wiranto ini membutuhkan caleg-caleg berkualitas yang dapat kompetitif di lapangan.

Kesempatan ini terbuka untuk semua, dari pengusaha muda, akademisi, hingga politisi berpengalaman yang ingin mencoba platform baru. Yang penting adalah komitmen sejati untuk melayani masyarakat dan membangun negeri melalui legislasi yang tepat sasaran dan kebijakan yang berpihak pada rakyat kecil.

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda