Sabtu, 22 Agustus 2026 WIB
BREAKING
DAERAH

Tinggi Letusan Mencapai 800 Meter

Kolom abu vulkanik Gunung Semeru mencapai 800 meter di atas puncak saat erupsi Jumat pagi
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru mencatat letusan terbesar pada pukul 06.20 WIB dengan kolom abu mencapai 800 meter di atas puncak. (. (Ilustrasi: AI)

Gunung Semeru kembali memuntahkan abu vulkanik dengan dentuman yang cukup kuat pada Jumat (21/8) pagi. Puncak tertinggi di Pulau Jawa ini menyemburkan material vulkanik setinggi 800 meter di atas kawah atau sekitar 4.476 meter di atas permukaan laut tepat pukul 06.20 WIB. Warga di sekitar lereng sempat dikejutkan dengan rentetan letusan yang terjadi sejak matahari belum sepenuhnya terbit.

Liswanto, petugas di Pos Pengamatan Gunung Semeru, mencatat erupsi ini tidak datang tiba-tiba. Sebelumnya, gunung sudah batuk-batuk kecil sejak subuh.

Tercatat dua letusan awal terjadi pada pukul 05.02 WIB dengan tinggi kolom abu mencapai 500 meter, disusul letusan kedua pukul 05.17 WIB yang mencapai ketinggian 700 meter. Tren peningkatan tinggi kolom abu ini menunjukkan dapur magma di dalam perut gunung sedang bergejolak hebat.

Status Siaga dan Larangan Ketat

Hingga laporan ini disusun, aktivitas vulkanik Semeru masih berlangsung. Kolom abu yang teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang tampak membubung ke arah barat daya. Fenomena ini menjadi sinyal nyata bahwa tekanan magmatik di dalam sana belum mereda. Pihak otoritas pun menetapkan status gunung ini tetap pada Level III atau Siaga.

Warga yang tinggal di sekitar lereng harus ekstra waspada. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menegaskan kembali zona larangan yang tidak boleh dilanggar.

Masyarakat dilarang keras melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan dalam radius 13 kilometer dari pusat erupsi. Kawasan ini merupakan jalur utama yang rawan diterjang awan panas jika sewaktu-waktu terjadi peluncuran material besar.

Bukan hanya radius 13 kilometer, pembatasan juga berlaku di luar sektor tersebut. Warga dilarang mendekati area dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang aliran Besuk Kobokan. Larangan ini krusial untuk mencegah korban jiwa jika terjadi perluasan awan panas guguran atau luncuran lahar yang bisa mencapai jarak 17 kilometer dari puncak gunung.

Bahaya Lontaran Batu Pijar

Area terlarang yang paling utama adalah zona dalam radius 5 kilometer dari kawah puncak. Di area ini, risiko bahaya bukan sekadar abu, melainkan lontaran batu pijar atau ejekta yang bisa terlempar jauh dari kawah. Siapa pun yang nekat memasuki kawasan ini menaruh nyawa dalam taruhan besar.

Masyarakat diminta untuk selalu memantau perkembangan situasi melalui kanal resmi. Ancaman awan panas, guguran lava, serta banjir lahar dingin di sepanjang lembah yang berhulu dari puncak Semeru menjadi ancaman nyata yang harus diantisipasi setiap detik. Perubahan pola letusan dari 500 meter meningkat ke 800 meter dalam waktu kurang dari satu setengah jam adalah peringatan keras dari alam.

Eskalasi aktivitas ini memaksa tim pengamat untuk terus berjaga 24 jam penuh di pos pemantauan. Mereka memantau setiap denyut seismik dan pergerakan visual untuk memberikan informasi akurat kepada warga.

Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan fasilitas publik atau pemukiman warga akibat rentetan letusan pagi ini, namun warga diimbau untuk tidak terpancing isu yang belum jelas sumbernya.

Pemerintah daerah bersama BPBD setempat terus berkoordinasi untuk memastikan jalur evakuasi tetap bersih dan masyarakat di zona merah memahami prosedur keselamatan jika sewaktu-waktu status berubah menjadi lebih kritis. Kehati-hatian adalah kunci utama bagi warga lereng Semeru menghadapi situasi yang tidak menentu ini.

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Cek Penerima Bansos PKH & BPNT Kemensos 22 Agustus 2026: Cara Cek NIK KTP Online