Senin, 24 Agustus 2026 WIB
BREAKING
LIFESTYLE

5 Bahaya dan Kerugian Pakai Air Fryer untuk Memasak

Bahaya air fryer saat memasak di dapur rumah
Air fryer dipilih karena praktis, tetapi ada risiko yang perlu diperhatikan saat dipakai memasak. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — bahaya air fryer tidak berhenti pada soal panas dan hasil masak yang cepat. Alat dapur ini memang digemari karena praktis, tetapi bahan yang dipakai, suhu kerja, dan cara pakainya menyimpan beberapa risiko yang patut dipahami sebelum rutin digunakan.

CNBC Indonesia melaporkan, air fryer kini menjadi salah satu perangkat dapur populer karena bisa menghasilkan makanan renyah dengan sedikit atau tanpa minyak. Survei CNET pada awal 2026 bahkan menunjukkan hampir tiga perempat orang dewasa di Amerika Serikat memiliki air fryer atau berencana membelinya dalam setahun.

Bahaya air fryer dari lapisan antilengket dan PFAS

Risiko pertama datang dari keranjang air fryer yang umumnya memakai logam dengan lapisan antilengket. Pada beberapa produk, lapisan ini dapat mengandung PFAS atau per- and polyfluoroalkyl substances, yang sering disebut sebagai bahan kimia abadi.

Bahan itu jadi perhatian karena paparan suhu tinggi dan kerusakan lapisan bisa memunculkan kekhawatiran soal perpindahan bahan dari permukaan alat ke makanan. Karena itu, kondisi lapisan perlu rutin dicek. Bila mulai mengelupas, pengguna disarankan mengganti keranjang atau bagian yang rusak, atau memilih air fryer dengan keranjang berbahan kaca atau material tanpa lapisan PFAS.

Masalah yang sama juga bisa muncul pada komponen plastik. Jika plastik rusak akibat panas, kualitas dan keamanannya ikut dipertanyakan. Ini bukan detail kecil. Saat alat dipakai hampir setiap hari, kerusakan lapisan menjadi hal yang mudah terlewat sampai akhirnya terlihat jelas.

Bagian yang bisa sangat panas saat air fryer dipakai

Risiko kedua berkaitan dengan suhu. CNBC Indonesia mencatat, bagian tertentu air fryer seperti keranjang dan ventilasi udara dapat mencapai lebih dari 500 derajat Fahrenheit atau sekitar 260 derajat Celsius. Bahkan setelah proses memasak selesai, bagian itu masih bisa menyimpan panas.

Kalau disentuh langsung, luka bakar bisa terjadi. Karena itu, pengguna disarankan selalu memegang keranjang melalui gagangnya dan memakai peralatan dapur saat mengambil makanan. Wadah tambahan seperti loyang atau mangkuk kaca tahan panas juga bisa ikut panas karena posisinya dekat dengan sumber panas.

Halaman:12Semua Halaman

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kalender Jawa Hari Ini 23 Agustus 2026: Weton, Pasaran, Neptu & Karakter Karir