Minggu, 23 Agustus 2026 WIB
BREAKING
LIFESTYLE

Pendiri TSI Soroti Pentingnya Rantai Makanan demi Selamatkan Harimau

Rantai makanan harimau dibahas dalam orientasi wartawan konservasi di Bogor
Tony Sumampau menyoroti rantai makanan harimau dalam Orientasi Wartawan Konservasi Satwa Liar di Cisarua, Bogor, Sabtu (22/8). (Ilustrasi: AI)

Konservasi akhirnya berubah jadi kerja yang lebih rumit, karena ia menuntut perbaikan ekosistem, bukan sekadar respons setelah konflik terjadi.

Tony juga menyinggung satwa endemik lain yang ikut terdampak perburuan. Ia menyebut anoa atau babi rusa sebagai contoh satwa yang seharusnya dilindungi undang-undang, tetapi tetap jadi sasaran karena kurangnya pemahaman masyarakat.

Dalam forum yang sama, ia mengingatkan bahwa masalah konservasi di Indonesia sering saling terkait. Begitu satu bagian ekosistem terganggu, bagian lain ikut terdorong ke posisi rentan. Harimau hanya salah satu contoh paling jelas.

Ekek sunda dan ancaman hilangnya satwa endemik

Perhatian Tony juga tertuju pada burung ekek sunda atau ekek geling jawa (Cissa thalassina) dari Gunung Pangrango, Jawa Barat. Ia mengatakan keberadaan burung itu sudah nyaris punah karena tidak bisa ditemukan lagi di Gunung Pangrango.

Menurut Tony, perburuan ekek sunda berkaitan dengan kebiasaan menjadikannya burung master, yakni burung yang dipelihara untuk melatih suara burung kicau lain. Praktik itu, kata dia, membuat satwa stres berat.

“Bisa dikatakan keberadaan burung ini sudah nyaris punah karena tidak bisa ditemukan lagi di Gunung Pangrango,” ungkapnya. Ia menambahkan, “Burung ini stresnya cepat hingga nyawanya tidak lama setelah menjadi burung master.”

Pesan Tony di Cisarua terasa sederhana, tapi tajam. Kalau rantai makanannya hilang, harimau akan terus terjepit. Dan selama tekanan pada mangsa, habitat, serta satwa endemik lain belum berhenti, pekerjaan konservasi masih jauh dari selesai.

Halaman:12Semua Halaman

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kalender Jawa Hari Ini 23 Agustus 2026: Weton, Pasaran, Neptu & Karakter Karir