PALANGKARAYA — Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah cepat untuk Perkuat Penanganan Karhutla di Pulau Kalimantan yang kini sedang menghadapi kekeringan ekstrem akibat siklus El Nino. Pemerintah memutuskan untuk memperbanyak armada helikopter water bombing, menyalurkan peralatan taktis baru, hingga menerjunkan ribuan personel TNI tambahan langsung dari Pulau Jawa.
Langkah taktis ini diambil setelah Presiden melakukan peninjauan udara dan darat secara maraton di wilayah Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah pada Sabtu (22/8/2026). Kehadiran langsung Kepala Negara di lapangan menjadi sinyal kuat bahwa penanganan bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan tahun ini mendapatkan perhatian prioritas di level tertinggi.
Dampak Karhutla di Wilayah Kalimantan
Kebakaran hutan yang meluas ini berdampak langsung pada penurunan kualitas udara di berbagai kota besar di Kalimantan, bahkan sempat memicu kabut asap pekat di wilayah Pontianak. Selain mengancam kesehatan pernapasan jutaan warga, aktivitas penerbangan logistik dan transportasi darat di beberapa titik rawan mulai terganggu akibat jarak pandang yang terus merosot tajam.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa kunjungan kerja mendadak ini bertujuan memonitor langsung kinerja tim taktis di zona merah. Setelah menyusuri lahan yang membara di Desa Limbung, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Presiden Prabowo langsung bertolak memimpin rapat koordinasi di Posko Aju Penanganan Karhutla di Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya.
“Bapak Presiden memutuskan memonitor secara langsung proses penanganan karhutla yang memang untuk tahun ini bertepatan dengan El Nino yang cukup ekstrem atau kering,” ujar Prasetyo Hadi di Palangkaraya.
Mobilisasi Alat Taktis dan 1.200 Prajurit TNI
Dalam rapat terbatas tersebut, Presiden Prabowo sempat melakukan panggilan telepon darurat untuk menginstruksikan pengiriman bantuan peralatan tambahan secara instan. Pemerintah pusat segera mengerahkan unit pompa air untuk kebutuhan sumur bor, mobil tangki air tambahan, serta tambahan armada helikopter penyiram air.
Selain alutsista pemadam, krisis kekurangan personel di lapangan juga langsung diatasi. Mengingat kapasitas batalyon TNI di Kalimantan yang terbatas, pemerintah mengirimkan perbantuan pasukan dari Pulau Jawa.
“Rencananya akan ada pengiriman kurang lebih tiga batalyon perbantuan dari Jawa yang jumlahnya mencapai 1.200 prajurit. Sore ini atau lambat besok sudah berada di lokasi,” kata Prasetyo menambahkan.
Data Titik Panas di Kalimantan Tengah
Kondisi di lapangan memang tergolong kritis. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalimantan Tengah, Ahmad Toyib, memaparkan data lonjakan kebakaran yang sangat signifikan selama periode kering tahun ini.
| Indikator Karhutla Kalteng (1 Jan – 22 Agu 2026) | Jumlah / Volume Data |
|---|---|
| Titik Panas (Hotspot) | 19.992 titik |
| Kejadian Kebakaran yang Dilaporkan | 1.639 peristiwa |
| Luas Lahan Terbakar yang Ditangani | 4.499,21 hektare |
| Total Luas Karhutla (Analisis Satelit Kemenhut) | 7.634,46 hektare |
| Kabupaten/Kota Berstatus Siaga Darurat | 13 wilayah |
Saat ini, tidak kurang dari 10.700 personel gabungan yang terdiri dari unsur BPBD, Dinas Kehutanan, pemadam kebakaran, TNI, Polri, hingga relawan Masyarakat Peduli Api telah bersiaga di Kalimantan Tengah. Presiden Prabowo menegaskan keyakinannya bahwa dengan koordinasi yang kuat, bencana lingkungan ini dapat segera diredam.
“Kalau melihat sejarah, beberapa tahun lalu yang kondisinya sangat parah, kami mampu atasi. Jadi saya percaya ini segera kami atasi,” tegas Presiden Prabowo Subianto saat meninjau posko satgas.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.