Senin, 24 Agustus 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

IHSG Melemah 0,37% ke 6.501,67 Senin 24 Agustus 2026: Aksi Profit Taking Tekan Pasar

IHSG Melemah 0,37% ke 6.501,67
IHSG Melemah 0,37% ke 6.501,67 Senin 24 Agustus 2026: Aksi Profit Taking Tekan Pasar. Credit: Dok. JournalArta

JAKARTA, JOURNALARTA.COMIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Senin, 24 Agustus 2026. IHSG turun 24,02 poin atau 0,37% ke level 6.501,67, dibandingkan penutupan sebelumnya di 6.525,69. Pelemahan ini terjadi setelah indeks sempat menyentuh level tertinggi harian di 6.551,00 pada sesi pagi.

Koreksi ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk aksi ambil untung investor setelah indeks mencatat kenaikan signifikan beberapa hari terakhir. Sentimen global dari kekhawatiran kebijakan suku bunga Federal Reserve juga turut memberi tekanan, ditambah arus dana asing yang terpantau keluar dari sejumlah saham unggulan.

Pergerakan IHSG Sepanjang Hari Ini

Data perdagangan menunjukkan, IHSG dibuka pada level 6.544,00 dan langsung bergerak fluktuatif. Indeks sempat mencapai puncaknya di 6.551,00, namun kemudian tertekan hingga menyentuh level terendah harian di 6.474,57. Meski sempat ada upaya rebound setelah jam makan siang, IHSG tetap tak mampu kembali ke zona hijau.

Sebagai perbandingan, level tertinggi IHSG dalam 52 minggu terakhir adalah 9.174,47, sementara level terendahnya berada di 5.317,91. Penutupan hari ini menandai pergerakan di tengah rentang yang cukup lebar, menunjukkan volatilitas pasar yang masih tinggi.

Faktor Penyebab Pelemahan

Pelemahan IHSG hari ini tak lepas dari beberapa pemicu utama. Pertama, aksi profit taking investor terjadi setelah IHSG menunjukkan penguatan berkelanjutan dalam beberapa sesi sebelumnya. Investor memanfaatkan momentum kenaikan untuk merealisasikan keuntungan, menyebabkan tekanan jual di akhir sesi.

Kedua, sentimen global dari kekhawatiran pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga The Fed pada September mendatang. Kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat ini selalu menjadi perhatian utama investor global, termasuk di Indonesia, karena dapat memengaruhi arus modal.

Ketiga, arus dana asing juga tercatat keluar dari beberapa saham kapitalisasi besar (big caps), khususnya di sektor perbankan dan batubara. Penjualan oleh investor asing ini memberikan tekanan tambahan yang signifikan terhadap kinerja indeks secara keseluruhan.

Sektor-sektor yang Tertekan dan Bertahan

Pelemahan IHSG hari ini paling terasa di beberapa sektor kunci. Sektor Energi, Keuangan, dan Industri menjadi pemberat utama yang menyebabkan indeks tergelincir. Ini sejalan dengan tekanan jual yang terjadi di saham-saham terkait komoditas dan perbankan besar.

Namun, tidak semua sektor mengalami nasib serupa. Sektor Kesehatan dan Teknologi relatif mampu bertahan, bahkan beberapa di antaranya menunjukkan penguatan moderat. Ini mengindikasikan adanya rotasi sektoral atau minat investor yang beralih ke sektor-sektor yang dianggap lebih defensif atau memiliki potensi pertumbuhan di tengah ketidakpastian.

Proyeksi IHSG untuk Selasa, 25 Agustus 2026

Analis memprediksi IHSG berpotensi bergerak sideways dengan kecenderungan menguat terbatas pada perdagangan Selasa besok. Level support kuat IHSG diperkirakan berada di kisaran 6.474 hingga 6.450. Sementara itu, level resistance yang perlu ditembus ada di 6.525 hingga 6.550.

Selama IHSG masih bertahan di atas 6.474, tren jangka pendek masih cenderung positif. Namun, untuk menembus level 6.550 secara konsisten, pasar memerlukan dorongan sentimen baru yang lebih kuat. Investor disarankan untuk mewaspadai rilis data ekonomi AS, pergerakan harga komoditas global, serta fluktuasi arus dana asing yang dapat memengaruhi pergerakan indeks.

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair