Senin, 24 Agustus 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Pemkab Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata ke Puncak & Cibinong-Depok

Bus listrik Pemkab Bogor untuk rute wisata Puncak
Pemkab Bogor menyiapkan bus listrik khusus pariwisata untuk rute menuju Puncak, Cibinong, dan Depok. (Ilustrasi: AI)

BOGOR — Pemkab Bogor menyiapkan bus listrik untuk layanan wisata dengan rute yang mengarah ke Puncak, Cibinong, hingga Depok. Rencana ini muncul setelah pemerintah daerah lebih dulu menguji coba bus listrik di koridor Bojonggede-Sentul.

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan ada beberapa unit yang akan dikhususkan untuk armada pariwisata. Salah satu rute yang disiapkan menghubungkan Stadion Pakansari ke kawasan Puncak sampai perbatasan Kabupaten Bogor dengan Kabupaten Cianjur.

Rute wisata bus listrik Bogor mulai dipetakan

Selain jalur ke Puncak, Pemkab Bogor juga menyiapkan rute Cibinong-Kebun Raya Bogor. Jalur lain yang masuk daftar adalah Cibinong-Stadion Pakansari-Margo City di Kota Depok. Dari keterangan Rudy, pengembangan rute-rute itu diarahkan untuk memberi alternatif transportasi publik bagi warga yang hendak menuju kawasan wisata.

Antara dan Tempo sama-sama melaporkan bahwa perluasan layanan ini muncul setelah uji coba bus listrik di Bojonggede-Sentul. Detik juga menyebut rute baru itu disiapkan untuk mendukung wisata sekaligus memperluas jaringan angkutan ramah lingkungan di Kabupaten Bogor dan wilayah sekitarnya.

Rute wisata semacam ini penting karena langsung menyentuh dua kebutuhan sekaligus. Warga mendapat pilihan transportasi ke destinasi populer, sementara pemerintah daerah mencoba mendorong kendaraan yang lebih ramah lingkungan tanpa harus menunggu seluruh jaringan transportasi berubah sekaligus.

Kalau rute ini berjalan, dampaknya terasa bukan hanya di kawasan wisata, tapi juga di titik-titik penghubung seperti Pakansari, Cibinong, dan Depok.

Koridor reguler Bojonggede-Citeureup masih dibahas

Di luar layanan khusus pariwisata, Pemkab Bogor juga membuka peluang untuk menambah koridor reguler dari Bojonggede menuju kawasan pintu keluar Tol Citeureup. Rencana ini belum final. Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor dan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat masih membahasnya.

Salah satu yang ikut diperhitungkan adalah keberadaan angkutan umum yang sudah lebih dulu beroperasi. Rudy menegaskan pemerintah daerah tidak ingin transportasi baru justru memukul usaha yang sudah berjalan. Ia meminta komunikasi dilakukan lebih dulu dengan para pengusaha angkutan.

“Kami meminta segera dikomunikasikan terlebih dahulu dengan beberapa pengusaha angkutan yang ada. Kami ingin ekonomi tetap bergerak dan terobosan baru tidak mengganggu dunia usaha yang sudah ada lebih awal,” kata Rudy.

Skema swasta disiapkan untuk tekan beban APBD

Untuk pengadaan dan pengoperasian bus listrik, Pemkab Bogor menyiapkan skema kolaborasi dengan pihak swasta. Dengan pola itu, pemerintah daerah berharap kebutuhan anggaran dari APBD bisa ditekan.

Pemkab Bogor menyiapkan sejumlah infrastruktur pendukung, mulai dari lahan parkir, stasiun pengisian daya atau charging station, sampai sumber daya manusia. Sementara kebutuhan lain akan dipenuhi melalui kerja sama dengan mitra swasta.

“Kami persiapkan lahan parkir, stasiun charger juga kami persiapkan, lalu SDM kami kolaborasikan dengan SDM yang ada di Kabupaten Bogor, sehingga bagaimana caranya meminimalisir anggaran APBD yang keluar,” ujar Rudy.

Hingga kini, pemerintah daerah masih mengevaluasi uji coba bus listrik di koridor Bojonggede-Sentul. Hasil evaluasi itu akan dipakai sebagai dasar untuk memperluas layanan, baik dalam bentuk koridor reguler maupun armada khusus wisata. Dari sana, arah pengembangan bus listrik Bogor akan ditentukan lebih jauh.

Antara melaporkan Rudy menyebut beberapa unit akan dikhususkan untuk armada pariwisata, sementara Tempo menulis Pemkab Bogor menyiapkan perluasan layanan hingga Depok dan Puncak. Dua laporan itu sejalan dengan penjelasan resmi yang disampaikan pemerintah daerah pada Senin (24/8).

Ke depan, keputusan soal koridor baru akan sangat bergantung pada hasil evaluasi uji coba, pembahasan teknis dengan Dishub Jawa Barat, dan komunikasi dengan pelaku angkutan yang sudah lebih dulu hadir di lapangan. Dari sana, bus listrik Bogor tidak hanya jadi wacana rute wisata, tetapi juga ujian untuk menata transportasi publik yang tidak saling mematikan.

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem Free Fire (FF) Hari Ini 24 Agustus 2026: Klaim Diamond & Skin Gratis