Rabu, 26 Agustus 2026 WIB
BREAKING
LIFESTYLE

Dolly Parton Meninggal di Usia 80, Nashville Berduka

Dolly Parton Meninggal di Usia 80, Nashville Berduka
Dolly Parton Meninggal di Usia 80, Nashville Berduka

NASHVILLE — Dolly Parton meninggal di usia 80, dan kabar itu langsung mengakhiri salah satu karier paling panjang serta paling dikenal dalam musik country. Perwakilannya mengonfirmasi kematian sang penyanyi lewat pernyataan, sementara keponakannya, Bryan Seaver, juga menyampaikan kabar duka itu melalui video di media sosial.

Dalam pernyataan yang dikutip, tim Parton menulis, “A rhinestone life that shone bright enough for the world to see, Dolly will forever stand as an inspiration not only through her timeless music and prolific songwriting, but also her wit, warmth, and kindness that made us all feel like family.” Mereka menyebut Parton “died peacefully” di Nashville, Tenn., pada 25 Agustus 2026.

Dolly Parton meninggal, musik country kehilangan ikon utamanya

Parton bukan sekadar nama besar di panggung country. Selama tujuh dekade, ia tumbuh menjadi salah satu figur paling mudah dikenali di musik populer Amerika, dengan suara khas, penampilan yang mencolok, dan kemampuan menulis lagu yang membuat namanya bertahan jauh melampaui satu era.

Sejak awal karier, Parton kerap memposisikan dirinya sebagai perempuan dari pegunungan Appalachia yang berhasil menembus dunia besar tanpa melepaskan asal-usulnya. Dalam wawancara lama bersama NPR, ia bercerita tentang masa kecil tanpa listrik dan perjalanan panjang dari kehidupan sederhana menuju dunia rekaman, panggung, dan sorotan media.

“We made it,” katanya kepada NPR. “We barely made it, but we did make it. We had a lot of stuff that money can’t buy anyhow, as I often talk about — things like love and kindness and understanding. And we had music.”

Kalimat itu terasa pas untuk membaca perjalanan hidupnya. Sederhana, tapi kuat. Dan sangat Dolly.

Perjalanan dari Smoky Mountains ke panggung besar

Parton mulai menulis balada dan lagu ringan sejak masih anak-anak. Setelah lulus sekolah pada 1964, ia bergegas menuju Nashville. Saat itu, jalan untuk perempuan di country music masih terjal, apalagi bagi yang ingin dikenal sebagai penyanyi sekaligus penulis lagu.

Ia sadar penampilan fisiknya menarik perhatian, tapi Parton tak membiarkan citra itu menutupi kekuatan utamanya. Dalam wawancara dengan Morning Edition pada 1989, ia mengatakan, “That’s what I take more seriously than anything else I do in the business.” Ia merujuk pada songwriting, yang menurutnya menjadi inti dari semua yang ia bangun.

Parton juga paham betul cara bekerja di industri yang didominasi laki-laki. Saat Porter Wagoner mengajaknya bergabung di acara televisinya, ia masuk sebagai partner duet, posisi yang paling mudah dijangkau perempuan saat itu. Namun, daya tarik dan kecerdasannya membuatnya menembus batas peran itu.

Pada 1974, ia meninggalkan posisi tersebut dan fokus ke jalur solo yang kemudian melambungkan namanya.

Warisan lagu, film, dan Dollywood

Karier Parton bergerak lintas jalur. Ia punya deretan lagu country yang kuat, ballad sentimental yang panjang napas, sampai sentuhan pop yang membuatnya relevan di berbagai generasi.

Sumber pembanding mencatat ia meraih 25 lagu nomor satu di tangga country Amerika dan 47 album yang masuk Top 10 country, sementara namanya juga melekat pada lagu-lagu seperti “Jolene”, “I Will Always Love You”, dan “9 to 5”.

Di layar lebar, ia tampil di 9 to 5, The Best Little Whorehouse in Texas, dan Steel Magnolias. Nama-nama seperti Jane Fonda, Lily Tomlin, Julia Roberts, dan Sally Field pernah menjadi rekan mainnya. Ia juga menyumbang lagu tema “9 to 5” yang ikut menguatkan statusnya sebagai figur pop-culture, bukan cuma penyanyi country.

Di luar musik dan film, Parton membuka Dollywood di Smoky Mountains. Tempat itu tumbuh menjadi simbol betapa jauh ia melangkah tanpa benar-benar memutus hubungan dengan rumah asalnya. Bagi banyak orang, Dollywood dan karya-karyanya menampilkan dua hal sekaligus: kebanggaan pada akar pedesaan dan keberanian tampil besar, terang, penuh rhinestone.

Dampak ke industri hiburan dan para pendengar

Kematian Parton terasa besar bukan hanya untuk penggemar country. Ia adalah salah satu contoh paling langka tentang bagaimana seorang penulis lagu bisa menyeberang ke musik pop, film, hingga bisnis hiburan tanpa kehilangan identitas. Di industri yang sering cepat mengganti nama baru, Parton justru bertahan karena punya suara, cerita, dan kepribadian yang tidak mudah ditiru.

Buat pendengar, terutama mereka yang tumbuh bersama lagu-lagunya, kehilangan ini berarti perpisahan dengan sosok yang kerap hadir seperti teman lama. Parton dikenal lewat kecerdasan bicara, humor yang tajam, dan sikap hangat yang membuatnya mudah dicintai. Pernyataan keluarganya menegaskan sisi itu dengan menyebut wit, warmth, dan kindness sebagai bagian dari warisannya.

Di titik ini, Nashville kehilangan salah satu putri terbaiknya. Dunia musik juga kehilangan penulis yang mampu mengubah pengalaman pribadi, kemiskinan masa kecil, dan rasa percaya diri yang tak biasa menjadi lagu-lagu yang terus hidup. Nama Dolly Parton akan tetap berdiri di rak yang sama dengan karya-karya yang melewati zaman.

Dan angka itu masih berdiri: 80.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kalender Jawa Hari Ini 26 Agustus 2026: Weton, Pasaran, Neptu & Karakter Karir