Rabu, 26 Agustus 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Fitbit Air Dinilai Kurang Nyaman Karena Band-nya

Fitbit Air dinilai kurang nyaman karena band
Fitbit Air dinilai menarik, tetapi band-nya masih jadi catatan utama menurut 9to5Google. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Fitbit Air disebut menjanjikan sebagai pelacak kebugaran yang fantastis, tetapi nilai nyatanya belum benar-benar terbukti karena masalah yang paling sering terasa justru ada di band-nya. Laporan 9to5Google menyoroti bahwa band buatan Google maupun pihak ketiga belum memberi pengalaman pakai yang nyaman.

Masalah itu membuat Fitbit Air belum bisa berdiri sendiri sebagai produk yang sepenuhnya meyakinkan. Di atas kertas, perangkatnya menarik. Di pergelangan tangan, pengalaman fit-bit itu ditentukan oleh hal yang sangat sederhana: seberapa enak ia dipakai berjam-jam.

Fitbit Air dan persoalan band yang menentukan

Dalam ulasan yang dibahas 9to5Google, titik lemah Fitbit Air bukan pada gagasan dasarnya, melainkan pada aksesori yang mestinya menunjang pemakaian harian. Band yang nyaman adalah syarat mutlak untuk perangkat seperti ini, sebab tracker kebugaran dipakai lama, sering, dan pada situasi yang beragam.

Ketika band terasa mengganggu, penilaian terhadap perangkat ikut turun. Itulah yang membuat Fitbit Air belum masuk kategori aman disebut sangat unggul, meski citranya sebagai fitness tracker bagus sudah terlanjur muncul.

Perbandingan dengan tracker pesaing juga tidak menguntungkan Fitbit Air. Menurut bahan sumber, kompetitor justru mengungguli Fitbit Air dalam urusan fit. Artinya, keunggulan yang paling sering dicari pengguna bukan sekadar fitur, tetapi bagaimana perangkat itu menempel di tangan tanpa terasa merepotkan.

Kenapa kenyamanan jadi penentu utama

Untuk perangkat kebugaran, kenyamanan bukan bonus. Itu inti pengalaman. Kalau sebuah band terasa kurang enak, pengguna cenderung melepasnya lebih cepat, lalu data aktivitas harian ikut terganggu. Dari sini, posisi Fitbit Air jadi menarik sekaligus rapuh.

Google-made dan third-party bands memang memberi pilihan, tetapi pilihan itu belum otomatis menghadirkan rasa pakai yang ideal. Masalahnya sederhana, tapi efeknya besar. Perangkat bisa terlihat menjanjikan di promosi, lalu kehilangan daya tarik saat dipakai dalam rutinitas nyata.

Bagi pasar wearable, catatan semacam ini penting karena pembeli tracker kebugaran biasanya tidak hanya mencari sensor atau fitur pintar. Mereka mencari alat yang bisa dipakai terus-menerus tanpa jadi beban. Bila band masih kalah nyaman dari kompetitor, maka keputusan membeli akan bergeser ke produk lain yang terasa lebih praktis.

Posisi Fitbit Air belum aman

Bahan sumber menyebut Fitbit Air punya potensi besar, namun nilai itu masih bergantung pada satu pertanyaan yang sangat mendasar: apakah band-nya bisa dibuat setara dengan pengalaman pakai yang lebih baik. Selama jawaban itu belum muncul, penilaian positifnya tetap menggantung.

9to5Google memberi sinyal bahwa Fitbit Air bisa saja jadi perangkat kelas atas bila ada band yang lebih layak. Sampai titik itu tercapai, produk ini masih berada di zona abu-abu: menarik, tapi belum sepenuhnya menang.

Dan itu yang membuat perdebatan soal Fitbit Air belum selesai. Bukan di sensornya. Bukan di namanya. Di band-nya.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru Hari Ini 26 Agustus 2026: Klaim Pack & Coins Gratis