Stadion Prince Mohamed bin Fahd di Dammam mendadak hening ketika kiper Al Nassr, Bento, berjalan lunglai menuju ruang ganti. Baru 12 menit laga berjalan, tim tamu sudah harus bermain dengan sepuluh orang.
Kartu merah langsung keluar dari kantong wasit setelah Bento melanggar Moussa Dembele di luar kotak penalti. Sebuah awal mimpi buruk bagi ambisi Ange Postecoglou mempertahankan tren kemenangan di pekan ketiga Liga Arab Saudi, Rabu (26/8/2026).
Kalah jumlah pemain membuat Al Nassr kalang kabut. Al Ettifaq, yang didukung suporter tuan rumah, langsung tancap gas. Mereka mengurung pertahanan lawan dari berbagai sisi. Hasilnya pun terasa nyata.
Ondrej Duda melepaskan tembakan jarak jauh yang tak mampu dibendung kiper pengganti, Abdulrahman Al Otaibi, pada menit ke-31. Belum sempat mengatur napas, gawang Al Nassr kembali bobol saat masa *injury time* babak pertama.
Alvaro Medran mencatatkan namanya di papan skor, membawa Al Ettifaq unggul 2-0 hingga turun minum.
Pertaruhan Berani Postecoglou
Suasana ruang ganti Al Nassr saat jeda pasti terasa mencekam. Namun, Postecoglou membuat langkah yang sangat berani—bahkan cenderung nekat bagi sebagian pengamat. Ia menarik keluar sang megabintang, Cristiano Ronaldo. Sebagai gantinya, gelandang bertahan Abdulla Al Khaibari masuk ke lapangan.
Keputusan itu terlihat tidak populer, tapi di sinilah letak kuncinya. Tanpa Ronaldo, Al Nassr justru tampil lebih cair dan solid secara kolektif.
Perubahan taktis ini membuat lini tengah Al Nassr tidak lagi mudah ditembus. Mereka mulai berani menekan balik saat kehilangan bola. Kebuntuan akhirnya pecah di menit ke-74. Sadio Mane, yang bergerak lincah di lini depan, melepaskan penyelesaian dingin usai menerima umpan terobosan matang. Skor 2-1 membakar semangat rekan-rekannya yang sempat lesu.
Hanya berselang tiga menit, stadion kembali bergemuruh, kali ini oleh sorakan suporter tim tamu yang jumlahnya tak seberapa. Abdulelah Al-Amri melompat tinggi menyambar umpan sepak pojok dari Joao Felix. Sundulannya tajam, menghujam gawang Al Ettifaq. Kedudukan imbang 2-2. Semangat juang Al Nassr benar-benar sedang diuji.
Comeback di Ujung Laga
Tensi pertandingan meningkat drastis memasuki menit-menit akhir. Kedua tim saling jual beli serangan meski stamina para pemain Al Nassr mulai terkuras karena harus berlari lebih banyak dengan sepuluh orang. Namun, keberuntungan berpihak pada tim tamu saat jarum jam menunjukkan menit ke-90.
Lagi-lagi, Sadio Mane menjadi pembeda. Ia mencetak gol keduanya malam itu untuk membalikkan keadaan menjadi 3-2. VAR sempat melakukan pengecekan cukup lama guna memastikan posisi Mane tidak berada dalam situasi *offside*. Setelah menunggu dengan cemas, wasit akhirnya mengesahkan gol tersebut.
Stadion meledak dalam perayaan. Al Nassr berhasil melakukan *comeback* yang akan diingat sepanjang musim ini.
Kemenangan dramatis ini membuat posisi Al Nassr kokoh di puncak klasemen dengan raihan sempurna sembilan poin dari tiga laga awal. Sementara itu, Al Ettifaq harus rela tertahan di peringkat keenam dengan enam poin. Kegagalan mempertahankan keunggulan dua gol menjadi pelajaran pahit bagi skuad asuhan tuan rumah.
Bagi Postecoglou, hasil ini adalah bukti nyata bahwa mentalitas juara tidak hanya soal nama besar pemain di lapangan, melainkan kedisiplinan taktik saat kondisi terjepit. Kini, perhatian tertuju pada langkah Al Nassr di pekan berikutnya, apakah mereka bisa menjaga momentum ini saat kedalaman skuad akan kembali diuji dengan jadwal padat yang menanti di depan mata.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.