Rabu, 26 Agustus 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

Ryan Coleman-Williams Hadapi Musim Kedua yang Sulit di Alabama

Ryan Coleman-Williams Hadapi Musim Kedua yang Sulit di Alabama
Ryan Coleman-Williams Hadapi Musim Kedua yang Sulit di Alabama

JAKARTA — Ryan Coleman-Williams memasuki musim baru di Alabama dengan beban yang jauh berbeda dari saat ia meledak sebagai freshman. ESPN melaporkan, penerima bola Crimson Tide itu kini membawa nama, nomor punggung, pola latihan, dan cara pandang yang baru saat Alabama membuka musim melawan East Carolina.

Yang dipertaruhkan juga jelas. Setelah musim 2025 yang naik-turun, Coleman-Williams harus menjawab satu pertanyaan besar: apakah Alabama akan kembali melihat versi remaja yang sempat membuatnya jadi sensasi, atau pemain yang sempat kehilangan rasa percaya diri dan kesulitan sepanjang musim lalu.

Musim baru, hidup baru, tekanan baru

Kisah Coleman-Williams bergerak cepat sejak musim freshman-nya. Dalam laga keempat di level kampus, ia membuat tangkapan touchdown 75 yard untuk menaklukkan Georgia. Aksi itu bukan sekadar momen indah. Itu pengumuman ke publik bahwa Alabama punya bintang muda yang bisa mengubah pertandingan kapan saja.

Musim debutnya berakhir dengan 865 yard dan delapan touchdown, plus rata-rata 18 yard per tangkapan. Tak heran bila ia masuk musim 2025 sebagai preseason All-American. Ekspektasi melonjak. Sorotan ikut membesar.

Lalu semuanya jadi lebih rumit. Pada laga pembuka melawan Florida State, Coleman-Williams tampil tak nyaman, membuat beberapa drop, menerima pukulan keras, dan mengalami gegar otak pada kuarter keempat. Setelah pulih, cedera kaki pada Oktober membuatnya terganggu hingga akhir musim.

Musim itu juga menunjukkan angka yang lebih dingin dari cerita freshman-nya. ESPN Research mencatat ia mengalami 10 drop, terbanyak di SEC dan setara peringkat ketiga terbanyak di negara itu. Porsi targetnya turun menjadi 15%, dari 25% pada musim freshman. Di laga penutup musim reguler melawan Auburn, ia bahkan tak mendapat target sama sekali.

Dari rasa percaya diri ke overthinking

Coleman-Williams menonton ulang rekaman permainannya. Ia tak hanya menatap drop yang terlihat jelas di statistik. Ia melihat bahasa tubuhnya sendiri. Senyum yang hilang. Bahu yang turun. Tidak ada lagi goyangan kecil di pinggir lapangan seusai drive besar.

Halaman:12Semua Halaman

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda