Kamis, 27 Agustus 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Biaya Mencekik, Keluarga Show Australia Hitung Sirkuit Show

Sirkuit show Australia terdampak biaya bahan bakar dan asuransi
Operator sirkuit show di Australia menghadapi biaya tinggi, dari asuransi sampai bahan bakar. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Tekanan biaya membuat sirkuit show di Australia makin sulit dijalankan. Di tengah premi asuransi yang tinggi, harga bahan bakar yang berat, dan kekurangan staf, para operator showies kini harus memikirkan ulang apakah usaha keliling itu masih masuk akal.

Bagi sebagian keluarga, jawabannya belum pasti. Bagi yang lain, jalan terus tetap dipilih, meski ada pengorbanan besar di belakang layar.

Sirkuit show Australia masuk masa paling berat

Bisnis show keliling di Australia biasanya hidup dari ritme yang sama setiap tahun: pindah kota, bongkar muat, lalu kembali bergerak ke lokasi berikutnya. Dari food trucks sampai wahana karnaval, sideshow alley tetap jadi daya tarik utama bagi banyak keluarga yang datang ke arena pameran.

Namun tahun ini, perjalanan itu terasa lebih mahal. Operator show harus menanggung kombinasi yang tidak ringan: asuransi tinggi, biaya bahan bakar yang menekan, dan staf yang makin susah dicari.

Melissa Quay, pemilik bisnis sideshow alley yang setiap tahun bepergian dari rumahnya di Victoria ke Queensland, merasakan langsung efeknya. Biasanya ia membawa karavan untuk sirkuit show, tapi tahun ini karavan itu tertinggal di rumah. Putrinya juga tidak ikut.

“We’ve spent the last four weeks and probably the next four weeks living in a truck [instead] of living in a caravan to combat the cost,” katanya.

Kalimat itu terdengar sederhana. Tapi isinya keras.

Ia tidak sedang bicara soal kenyamanan semata. Ia bicara soal cara bertahan.

Premi asuransi naik tajam, staf ikut dipangkas

Dalam keluarganya, bisnis ini sudah berlangsung lintas generasi. “dad came out here before me” dan “his dad came out here” sebelum itu, kata Quay. Sirkuit show bukan usaha musiman biasa. Ini warisan keluarga.

Masalahnya, beban usaha juga naik cepat. Quay mengatakan asuransi public liability meningkat lima kali lipat sejak 2020. Pada satu titik, ia bahkan tidak bisa mendapatkan perlindungan asuransi sama sekali.

“It went from being around $10,000 a year to $52,000 a year,” ujarnya.

Untuk menahan tekanan itu, ia memangkas jumlah staf dari tiga menjadi dua. Langkah itu ditempuh “just to limit our other expenses” dan menutup kenaikan biaya dari sisi lain.

Di titik ini, sirkuit show tidak lagi sekadar soal hiburan. Ini soal matematika kasar. Uang masuk dan keluar harus benar-benar pas.

Perjalanan 15,000 kilometres dan tantangan wilayah jauh

Showmen’s Guild of Australasia menilai usaha show kini “very challenging”, terutama bagi operator yang menempuh sekitar 15,000 kilometres setiap tahun di rute-rute terpencil. Presiden Aaron Pink menyoroti perjalanan yang dimulai dari Darwin dan kembali lagi, melewati Northern Territory, sebagai salah satu contoh yang paling berat.

“The circuit that went from Darwin and back, right through the Northern Territory, was very challenging,” kata Pink. “There’s not a lot of shows in that run … and it’s a long way back [home].”

Rute panjang seperti itu membuat bensin dan logistik bukan lagi biaya tambahan. Keduanya berubah menjadi penentu kelangsungan usaha. Sekali salah hitung, satu musim bisa berantakan.

Meski begitu, Pink tetap berharap operator masih mau datang ke pameran-pameran kecil. Menurut dia, pergerakan show ke wilayah barat Queensland dan barat New South Wales tetap penting bagi keluarga muda yang menantikannya.

“A show movement out in western Queensland and western New South Wales is something young families really look forward to,” katanya.

Anak-anak show, keluarga, dan masa depan yang belum pasti

Di lapangan, wajah bisnis ini juga masih ditopang keluarga. Darrell Brown, yang menjalankan permainan bust-a-balloon, mengatakan ia sudah berada di dunia traveling show business sepanjang hidupnya. Namun ia mengakui satu hal yang sekarang jauh lebih sulit: mencari staf.

“Staff’s a hard thing, mate,” kata Brown. Ia mengenang masa akhir 90-an, ketika orang-orang datang mencari kerja. Situasinya sekarang tidak lagi semudah itu.

Brown bilang anak-anaknya yang sudah lulus sekolah kini membantu sementara. Tapi saudaranya yang mengoperasikan “big machines” tetap kesulitan mendapatkan pekerja. Masalahnya sederhana, tapi fatal. Hanya ada dia dan istrinya, sehingga ia tak bisa sekaligus naik-turun big Ferris wheel dan mengerjakan semua hal lain.

Di area permainan, generasi paling muda tetap ikut bekerja. Chase Lovell, 9, menjelaskan cara bermain di stan ikan plastik: “There’s $20 for seven ducks and then there’s $10 for three,” katanya. Ia juga menjelaskan bagaimana angka di bawah bebek dihitung untuk menentukan hadiah.

Chase dan adiknya, Peyton, adalah anak show generasi ketujuh. Mereka menikmati peran itu. Jayden Fraser, 20, juga memilih jalur yang sama setelah sekolah. Ia pernah punya pekerjaan lain, tapi lebih menyukai hidup berpindah-pindah bersama sirkuit show.

“I just love to travel, I love to drive around Australia,” katanya. Lalu ia menambahkan, “It is getting harder for a lot of us [and] the fuel costs are bit how-you-going.”

Di tengah biaya yang menekan, kalimat itu terdengar seperti penutup yang jujur dari banyak showies lain. Mereka masih bergerak, tapi langkahnya jauh lebih berat dari sebelumnya.

Dan untuk keluarga-keluarga seperti Quay, angka $52,000 setahun untuk satu polis asuransi sudah cukup menjelaskan betapa mahalnya mempertahankan sirkuit show tetap hidup.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda