Selasa, 18 Agustus 2026 WIB
BREAKING
LIFESTYLE

Zareh Jadi Restoran Tahun Ini Versi Gourmet Traveller

Zareh restoran tahun ini di Melbourne
Zareh dinobatkan sebagai restoran tahun ini versi Gourmet Traveller. (Ilustrasi: AI)

MELBOURNE — Zareh resmi menyabet gelar Zareh restoran tahun ini versi Gourmet Traveller, dalam ajang penghargaan industri yang menempatkan restoran Armenia-Lebanon itu sejajar dengan nama-nama besar kuliner Australia.

Penghargaan ini langsung menarik perhatian karena kategori restoran terbaik di ajang tahunan itu selama ini kerap didominasi dapur beraroma Eropa dan tempat makan fine dining. Zareh datang dengan pendekatan yang berbeda, tetapi tetap berada di level kompetisi yang sama.

Zareh restoran tahun ini dan posisi uniknya

Dalam riwayat pemenang sebelumnya, Gourmet Traveller pernah menobatkan Saint Peter, Attica, Orana milik mendiang Jock Zonfrillo, dan Quay. Nama-nama itu bukan sembarang daftar. Mereka mewakili restoran yang selama ini lekat dengan reputasi tinggi dan standar masak yang ketat.

Masuknya Zareh ke jajaran pemenang memperlihatkan bahwa penilaian di level ini mulai memberi ruang lebih luas pada identitas kuliner yang datang dari tradisi diaspora dan keluarga. Bukan sekadar soal tampilan piring, melainkan soal cara menu dibangun dari latar belakang yang jelas.

Menu Zareh dibangun dari tiga akar budaya

Menu Zareh ditarik dari latar Armenia, Mesir, dan Lebanon milik dua pemiliknya, Tom Sarafian dan Jinane Bou-Assi. Di dapur, aish baladi atau roti pipih Mesir dibuat dari tepung yang digiling di Mornington Peninsula. Sementara kafta nayyah hadir dari daging domba cincang mentah dari Tasmania dan Victoria.

Hummus di restoran ini juga disajikan dengan spanner crab. Detail seperti ini menunjukkan bagaimana Zareh merangkai resep tradisi dengan bahan baku lokal Australia. Hasilnya terasa akrab, tapi tetap punya identitas yang tegas.

Perpaduan itu penting. Untuk pembaca, kabar ini bukan cuma soal satu restoran yang menang penghargaan. Ini juga sinyal bahwa pasar kuliner kelas atas di Australia makin terbuka pada hidangan yang bertumpu pada warisan keluarga dan teknik memasak lintas budaya, bukan hanya pada format fine dining yang selama ini dianggap aman oleh juri dan publik.

Arti penghargaan ini bagi panggung kuliner Melbourne

Melbourne sudah lama dikenal sebagai kota dengan lanskap makan yang beragam. Kemenangan Zareh menambah satu lapis lagi pada reputasi itu. Restoran dengan akar Armenia-Lebanon kini bukan hanya hadir sebagai pilihan niche, tetapi juga diakui pada level penghargaan nasional yang bergengsi.

Bagi industri, kemenangan ini bisa dibaca sebagai dorongan bagi restoran lain untuk lebih percaya diri menampilkan asal-usul menu mereka. Bagi pembaca, terutama yang mengikuti perkembangan kuliner, nama Zareh kini masuk daftar yang layak dicari saat berbicara soal restoran dengan cerita, bahan, dan teknik yang saling menguatkan.

The Guardian melaporkan kabar ini pada 18 Agustus 2026. Dari bahan yang sama, satu hal yang paling menonjol justru sederhana: kemenangan Zareh datang bukan dari meniru arus utama, melainkan dari memajukan warisan yang dibawa Tom Sarafian dan Jinane Bou-Assi ke meja makan Melbourne.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kalender Jawa Hari Ini 18 Agustus 2026: Weton, Pasaran, Neptu & Karakter Karir