Kamis, 27 Agustus 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Korban Banjir Bandang Nepal Melonjak, 95 Orang Tewas dan 403 Masih Hilang

Banjir bandang Nepal memicu pencarian korban di perbatasan
Petugas masih mencari ratusan orang yang hilang setelah banjir bandang Nepal pada Rabu, 26/8/2026. (Ilustrasi: AI)

KATHMANDU — Banjir bandang Nepal yang melanda pada Rabu, 26/8/2026, terus menelan korban. Kantor perdana menteri Nepal menyebut hingga saat ini 95 jasad telah ditemukan, sementara 403 orang masih dinyatakan hilang.

Angka itu menunjukkan operasi pencarian dan penyelamatan masih berpacu dengan waktu. Di lapangan, petugas belum hanya mencari warga Nepal, tetapi juga ratusan warga asing yang belum ditemukan di kawasan perbatasan Nepal dan Tibet.

Banyak korban masih warga asing

Data dari Dewan Pariwisata Nepal menyebut 341 warga asing dan 62 warga Nepal belum ditemukan. Dari total orang hilang itu, 200 disebut perempuan dan 203 laki-laki.

Warga asing yang hilang berasal dari 26 negara. Jumlah terbesar datang dari India, yakni 133 orang, disusul 47 warga Amerika Serikat dan 33 warga Inggris, seperti diwartakan BBC.

Menurut badan pariwisata, yang mengutip keterangan operator tur, sebagian besar dari mereka sedang dalam perjalanan menuju Mansarovar, kawasan yang berada di dekat perbatasan India dan Nepal. Jalur itu dikenal ramai oleh peziarah dan pelancong.

Angka terus berubah di tengah verifikasi

Rangkaian laporan media sebelumnya menunjukkan angka yang lebih rendah saat situasi baru berkembang. Antara, misalnya, melaporkan 384 orang wisatawan dan pelancong hilang serta delapan orang tewas, sedangkan CNN Indonesia menyebut 22 tewas dan 384 turis hilang. Namun, data terbaru dari kantor perdana menteri Nepal sekarang menempatkan jumlah korban tewas pada 95 dan orang hilang 403.

Perbedaan angka itu menggambarkan betapa sulitnya pendataan di wilayah terdampak. Dalam bencana seperti ini, korban kerap tersebar di lokasi yang sulit dijangkau, sementara identitas dan kewarganegaraan sebagian orang belum langsung bisa dipastikan.

Bagi keluarga korban, selisih angka bukan soal kecil. Satu data yang berubah bisa menentukan apakah seseorang masih dicari, sudah teridentifikasi, atau mulai masuk daftar korban yang dipastikan meninggal. Di sisi lain, pemerintah juga harus bergerak cepat agar proses verifikasi tidak membuat pencarian melambat.

PM Nepal sampaikan belasungkawa

Perdana Menteri Nepal, Balendra Shah, menyampaikan duka atas bencana banjir bandang mematikan itu. Ia mengatakan merasa berat hati atas peristiwa yang menelan banyak korban.

“Ia menyampaikan penghormatan tulus serta belasungkawa sedalam-dalamnya bagi mereka yang kehilangan nyawa maupun orang-orang terkasih,” demikian pernyataan yang disampaikan dalam bahan sumber.

Ucapan itu datang saat tim pencarian masih bekerja di medan yang belum stabil. Fokus utama otoritas Nepal sekarang bukan hanya menemukan korban yang hilang, tetapi juga memastikan siapa saja yang masih berada di jalur perjalanan menuju kawasan terdampak.

Di tengah angka korban yang terus naik, pertanyaan berikutnya masih sama: berapa banyak lagi yang bisa ditemukan selamat sebelum operasi ini memasuki fase yang lebih sulit.

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda