Minggu, 30 Agustus 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

Jeremejeff Mantap ke Persija Setelah Terpengaruh Cyrus Margono

Jeremejeff Mantap ke Persija Setelah Terpengaruh Cyrus Margono
Jeremejeff Mantap ke Persija Setelah Terpengaruh Cyrus Margono. (Ilustrasi: AI)

Alex Thomas Jeremejeff tak perlu waktu lama untuk jatuh hati pada Persija. Penyerang anyar asal Swedia itu mengaku langkahnya bergabung ke Macan Kemayoran ikut dipengaruhi kisah dan rekomendasi Cyrus Margono, kiper yang pernah menjadi rekan setimnya di Panathinaikos.

Cyrus Margono jadi pintu masuk

Jeremejeff berbicara di Jakarta International Stadium, Jakarta, Sabtu, seusai laga Persija melawan Brisbane Roar. Di hadapan awak media, ia menjelaskan bahwa dirinya sudah cukup lama mengikuti Persija karena Cyrus lebih dulu berkostum tim ibu kota sejak pertengahan musim lalu. Nama Cyrus bukan sekadar teman lama di Yunani. Bagi Jeremejeff, itu seperti jendela kecil untuk mengenal atmosfer Persija dari dekat.

“Saya sudah tahu tentang tim ini sebelumnya karena saya punya rekan setim di Yunani yang bermain di sini tahun lalu, Cyrus Margono. Saya mengikuti hampir semua hasil pertandingan Persija karena dia ada di sini. Dia sangat mencintai tim ini dan kotanya,” kata Jeremejeff. Pengakuan itu memberi gambaran sederhana, tapi kuat: keputusan pindahnya tidak lahir dari coba-coba. Ia sudah punya rasa akrab lebih dulu. Dan itu penting.

Ambisi juara yang membuatnya yakin

Begitu tawaran Persija datang, Jeremejeff mengaku tak banyak berpikir. Ia melihat Persija sebagai tim besar dengan ambisi yang jelas. Situasi semacam itu, menurut dia, cocok dengan target pribadinya sebagai penyerang. “Pengalaman baru di tim besar yang ingin menang, ini sempurna bagi saya,” ucap striker asal Swedia tersebut. Kalimatnya pendek, tapi isinya tegas. Ia datang bukan untuk sekadar menambah jumlah pemain asing.

Bagi Persija, kehadiran Jeremejeff menambah opsi di lini depan pada saat tim sedang mengejar ritme terbaik. Nama besar klub, plus cerita dari Cyrus, tampaknya cukup untuk memindahkan keyakinan seorang penyerang Eropa ke Jakarta. Ada sisi menarik di sini: rekomendasi dari dalam ruang ganti kadang bekerja lebih ampuh daripada presentasi panjang manajemen. Jeremejeff sudah melihat Persija dari hasil-hasil pertandingan yang ia pantau. Jadi ketika kesempatan itu terbuka, ia sudah punya bayangan seperti apa tim yang akan dibelanya.

Adaptasi dan ekspektasi Macan Kemayoran

Jeremejeff juga mengaku tidak menemui masalah besar dalam proses adaptasi awal bersama tim. Cuaca Jakarta memang berbeda jauh dari yang ia kenal, tetapi ia tidak menjadikannya hambatan utama. Yang paling menonjol justru antusiasmenya menatap lingkungan baru dan ekspektasi besar yang melekat pada Persija. Tim ini ingin menang. Itu yang ia tangkap sejak awal. Itu pula yang membuat pilihannya terasa mantap.

Dalam konteks skuad, Persija mendapatkan penyerang yang datang dengan rasa percaya diri, bukan sekadar nama baru dari pasar transfer. Ia sudah menaruh perhatian pada klub ini sebelum resmi bergabung. Hubungan personal dengan Cyrus Margono menjadi pemantik awal, lalu karakter Persija sebagai tim berambisi juara mengunci keputusannya. Satu detail yang menarik dicatat: ia mengaku mengikuti hampir semua hasil pertandingan Persija sejak Cyrus bermain di sini. Angka itu, hampir semua, sudah cukup menggambarkan seberapa dalam perhatiannya sebelum akhirnya mengenakan seragam Macan Kemayoran.

(MJ)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda