Kabar mengejutkan mengguncang markas Persija Jakarta. Empat pemain pilar tim dikabarkan tidak masuk dalam skema taktik pelatih anyar, Shin Tae-yong, untuk menatap kompetisi musim 2026/2027. Rumor panas ini pertama kali menyebar melalui unggahan media sosial, memantik spekulasi tajam di kalangan Jakmania yang cemas dengan nasib skuad Macan Kemayoran.
Nama bek kiri Timnas Indonesia, Shayne Pattynama, menduduki urutan teratas dalam daftar pemain yang dikabarkan akan terdepak. Padahal, Shayne sendiri baru bergabung dengan Persija pada 23 Januari 2026 lalu. Kontraknya pun tergolong jangka panjang, baru akan berakhir pada 30 Juni 2028.
Sepanjang musim 2025/2026, Shayne tercatat hanya tampil dalam 10 pertandingan dengan akumulasi menit bermain yang sangat minim, yakni 183 menit saja.
Opsi Peminjaman Jadi Solusi
Kondisi minim menit bermain ini membuat manajemen Persija mempertimbangkan langkah drastis. Jika benar Shin Tae-yong tidak memasukkan nama Shayne ke dalam rencana taktik utama, skenario peminjaman ke klub lain menjadi opsi yang paling mungkin diambil. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kebugaran fisik sekaligus kualitas permainan sang pemain di level kompetisi tertinggi.
Nama lain yang terseret dalam pusaran isu ini adalah penyerang naturalisasi, Mauro Zijlstra. Pemain yang resmi menyandang status WNI pada 29 Agustus 2025 tersebut mengalami nasib serupa dengan Shayne. Musim lalu, Mauro hanya mencatatkan 10 penampilan dengan durasi 93 menit di lapangan.
Dengan sisa kontrak hingga 31 Mei 2028, meminjamkannya ke klub lain dianggap sebagai solusi logis agar ia mendapatkan jam terbang lebih banyak daripada sekadar menghangatkan bangku cadangan di Jakarta.
Lini pertahanan terakhir Persija, Cyrus Margono, juga tak lepas dari rumor serupa. Bergabung ke Persija pada 6 Februari 2026, kiper kelahiran Amerika Serikat ini baru mencicipi dua laga kompetitif. Catatan statistik menunjukkan dia mencetak satu clean sheet, namun sudah kebobolan tiga gol.
Total durasi bermainnya sepanjang musim lalu hanya 92 menit. Angka yang terbilang kecil bagi seorang penjaga gawang yang membutuhkan konsistensi untuk menjaga performa terbaik di bawah mistar.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.