Minggu, 30 Agustus 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Laporan Akhir SQ321 Rilis: Penyebab Turbulensi & Gugatan Korban Singapore Airlines

singapore airlines flight 32
Laporan Akhir SQ321 Rilis: Penyebab Turbulensi & Gugatan Korban Singapore Airlines. Credit: Dok. JournalArta

Untuk mencegah kejadian serupa di masa depan, TSIB mengeluarkan tiga rekomendasi utama. Pertama, TSIB mengusulkan kewajiban untuk memasang perekam fungsi radar cuaca pada pesawat-pesawat lama. Ini bertujuan agar data radar dapat dianalisis secara komprehensif saat terjadi insiden.

Kedua, TSIB merekomendasikan perbaikan pada panduan troubleshooting radar cuaca. Hal ini penting untuk memastikan kru pesawat memiliki prosedur yang jelas dan efektif dalam mengatasi potensi masalah pada sistem radar mereka. Ketiga, TSIB menyerukan standarisasi cara pilot mencatat apa yang mereka lihat pada tampilan radar. Standardisasi ini diharapkan dapat meningkatkan konsistensi dan akurasi informasi yang dilaporkan.

Gugatan Hukum di UK High Court

Di tengah rilisnya laporan akhir, keluarga korban terus menempuh jalur hukum untuk mencari keadilan. Linda Kitchen, janda dari mendiang Geoff Kitchen, salah satu korban meninggal, mengajukan gugatan ke UK High Court pada Agustus 2026.

Gugatan ini spesifik menuntut biaya perawatan atas cedera tulang belakang yang diderita Linda Kitchen saat insiden. Kuasa hukum yang mewakili para korban menyatakan bahwa gugatan ini diharapkan dapat membawa pengawasan baru terhadap kinerja radar cuaca dan standar keselamatan penerbangan secara keseluruhan, mendorong maskapai dan produsen untuk lebih bertanggung jawab.

Tindakan Singapore Airlines Pasca-Insiden

Setelah insiden tragis tersebut, Singapore Airlines telah mengambil beberapa langkah responsif. Maskapai segera mengirimkan tim ke Bangkok untuk memberikan bantuan medis dan logistik di rumah sakit serta bandara. Mereka juga menawarkan kompensasi awal sebesar USD 10.000 untuk cedera ringan dan uang muka USD 25.000 untuk cedera serius, di luar pengembalian penuh biaya tiket.

Lebih lanjut, Singapore Airlines menyatakan telah melakukan perbaikan sistem internal, termasuk penambahan alat monitoring turbulensi dan pembaruan pelatihan kru. Maskapai juga memperketat imbauan agar penumpang selalu menggunakan sabuk pengaman saat duduk, terlepas dari apakah lampu tanda sabuk pengaman menyala atau tidak.

Laporan akhir TSIB mengenai insiden SQ321 ini menutup penyelidikan selama dua tahun dengan kesimpulan bahwa turbulensi disebabkan oleh badai dan kemungkinan masalah pada radar pesawat. Sementara itu, proses hukum masih akan terus berlanjut di Inggris, membawa implikasi pada standar keselamatan penerbangan global.

Halaman:12Semua Halaman

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda