KATHMANDU — banjir dahsyat susulan mengancam kawasan perbatasan Nepal dan China setelah otoritas kedua negara mewanti-wanti risiko jebolnya danau bentukan longsor di Himalaya. Peringatan itu muncul saat korban tewas akibat banjir bandang dan longsor di perbatasan Tibet-Nepal naik menjadi sedikitnya 584 orang, dengan 2.482 orang masih hilang.
Situasi ini belum stabil. Otoritas Nepal dan China sama-sama menyorot danau yang terbentuk di atas tumpukan puing longsor, sementara hujan diperkirakan masih turun selama tiga hari ke depan dan ketinggian air diprediksi terus naik.
Peringatan banjir dahsyat susulan dari dua negara
Dilansir AFP, Jumat (28/8/2026), banjir bandang itu dipicu runtuhnya gletser yang menyeret bebatuan, material es, lumpur, dan puing-puing ke sistem sungai pegunungan Himalaya. Otoritas penanggulangan bencana Nepal menyebut permukaan air di danau yang terbendung puing sedang meningkat dan berisiko jebol.
Dalam peringatan yang dikeluarkan Kamis (27/8), otoritas Nepal meminta warga di bantaran sungai bagian bawah, para penumpang, petugas penyelamat, dan pihak terkait untuk sangat berhati-hati. Mereka diminta tetap berada di tempat aman dan menjauh dari bantaran sungai serta area rawan.
China juga mengeluarkan nada serupa. Melalui media pemerintah CCTV, otoritas setempat memperingatkan bahwa danau yang terbentuk setelah tanah longsor di perbatasan China-Nepal menghadapi risiko tinggi jebol dan mengalirkan air bah ke hilir.
Danau menumpuk, hujan belum reda
Menurut laporan yang dikutip Xinhua, volume air yang masuk ke danau itu diperkirakan mencapai sekitar 3 juta meter kubik dalam tiga hari ke depan. Pada saat yang sama, hujan deras masih mengguyur kawasan itu. Otoritas memperkirakan puncak ketinggian air akan terjadi sekitar tanggal 1 September mendatang.
Rekaman udara dari tim penyelamat China pada Kamis (27/8) menunjukkan massa air berwarna cokelat mengumpul di cekungan tanpa saluran keluar yang jelas. Air itu tampak menenggelamkan semak dan pepohonan, lalu menekan penghalang alami yang terbentuk dari puing dan batuan.
Di titik ini, bahaya susulan bukan cuma soal luapan air. Jika danau jebol, arus bisa menyapu kembali kawasan yang sebelumnya sudah diterjang banjir bandang. Jalur sungai pegunungan di Himalaya sangat sempit, jadi limpasan kecil saja dapat berubah cepat menjadi arus deras yang sulit dihentikan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.